Suara.com - Berkarier sesuai passion tetap memiliki peluang sukses, asalkan ditekuni dengan baik. Hal ini sudah dibuktikan oleh Amalia, seorang instruktur zumba. Ia membuktikan bahwa kesuksesan karier tidak selalu ditentukan berdasarkan latar belakang pendidikan seseorang.
Amalia sendiri tidak pernah terpikir bahwa ia akan menjadi instruktur zumba. Namun kecintaannya terhadap olahraga ini membukakan jalan yang berbeda.
“Saya telah jatuh cinta dengan zumba sejak 2014. Memulai karier sebagai akuntan, saya meninggalkan pekerjaan lama dan mendedikasikan hidup untuk melatih dan menginspirasi pecinta zumba,” ungkap Amalia dikutip dari Zumba®.
Sejak mengawali kariernya, Amalia beruntung mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan teman terdekat. Namun, tekanan justru datang dari orang-orang di sekitarnya. Sebagai perempuan muda yang menghabiskan hampir seluruh waktunya sebagai instruktu zumba, terkadang ia mendapatkan pertanyaan dari sekitarnya seperti “Kamu tidak punya pekerjaan lain ya, selain zumba?”
Namun, dengan passion yang kuat, dia tidak pernah terganggu dengan komentar orang-orang tersebut. “Justru saya merasa ini tantangan untuk membuktikan bahwa keputusan saya untuk mengikuti passion tersebut dapat membuat saya hidup lebih baik. Saya tahu ini membutuhkan proses yang panjang, namun saya akan sampai ke tujuan saya,” jelasnya.
Baginya, menjadi seorang instruktur zumba merupakan pekerjaan yang menyenangkan sekaligus menjanjikan. Dengan zumba, dia dapat membantu keluarganya, menabung, hingga travelling. Ia juga dapat memperluas jaringannya dengan bertemu orang baru hampir setiap hari, dan menginspirasi banyak orang, terutama perempuan, untuk hidup lebih sehat.
“Sangat terharu bagi saya dan instruktur lainnya ketika peserta berkata kelasnya menyenangkan, zumba menyenangkan, dan mereka mau untuk kembali ke kelas,” katanya.
“Beberapa peserta yang loyal bahkan mengatakan saya tidak boleh berhenti menjadi instruktur zumba dan harus tetap melatih, karena mereka membutuhkan saya untuk terus menginspirasi mereka agar hidup sehat. Saya pikir, saya tidak pernah dan mungkin tidak akan pernah menerima ucapan terima kasih seperti ini dari orang lain jika saya bekerja di bidang lain,” tambah Amalia.
Baca Juga: Waduh! Facebook Buka Pesan Pribadi Anda ke Spotify dan Netflix
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali