Suara.com - Memiliki wajah tampan boleh jadi merupakan dambaan setiap lelaki. Tapi menurut sebuah studi terbaru, terlalu tampan juga dapat berbahaya bagi karier kaum Adam.
Dipaparkan oleh tim peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris, lelaki tampan sering dianggap sebagai ancaman oleh atasan mereka. Hal ini membuat lelaki tampan kurang memiliki kesempatan mendapatkan posisi yang sama kuatnya.
Studi ini melibatkan para peneliti di School of Management Universitas College London dan Universitas Maryland. Mereka kemudian melakukan empat percobaan terpisah di empat kantor yang berbeda.
Peneliti menemukan ketika seorang bos lelaki mempekerjakan orang lain untuk bekerja dengan mereka, keputusan akan dipengaruhi secara negatif oleh daya tarik kandidat dan jenis pekerjaan.
"Manager dipengaruhi oleh stereotip dan membuat keputusan perekrutan untuk melayani kepentingan diri mereka sendiri sehingga organisasi mungkin tidak mendapatkan kandidat yang paling kompeten," kata profesor bernama Sun Young Lee, peneliti utama dari Universitas Maryland, dikutip dari GG.
Stereotipe memang dianggap sebagai masalah yang nyata, serius, dan berpotensi tidak dapat dihindari. Dalam sebuah berita di Daily Mail, aktor sekelas Rob Lowe mengaku kalau ketampanannya telah menjadi hambatan untuk memajukan karirnya di Hollywood.
Bagaimana menurut Anda tentang studi ini? Apakah Anda merasa lelaki tampan sulit untuk naik jabatan dan karier terhambat?
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon