Suara.com - Selain berkumpul bersama keluarga, Natal juga menjadi kesempatan yang dinantikan untuk menikmati santapan lezat, apalagi bagi yang pulang ke kampung halaman, pastilah sudah rindu dengan makanan khas yang harus dibayar tuntas, seperti yang dilakukan Denny Sumargo.
Pada Natal kali ini Denny Sumargo sejatinya memiliki keinginan untuk pulang ke Makasar untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, karena ada beberapa hal yang masih diurus pasca batalnya pernikahan dengan Dita Soedarjo, Denny mengaku kemungkinan belum bisa mudik.
Oleh karena itu, kemungkinan ia masih tetap berada di Jakarta.
“Natalan saya mungkin pulang ke Makasar, mungkin juga nggak. Karena masih ada beberapa urusan sisa kemarin yang harus diselesaikan di sini,” ungkap Denny saat ditemui Suara.com belum lama ini di bilangan Jakarta Barat.
Padahal bila ada kesempatan untuk bertemu sanak keluarga di Makasar, Sulawesi Selatan, mantan pebasket itu mengaku ingin menikmati sajian Natal khas Makasar yang wajib disantap.
“Makanan pulang kampung biasanya coto Makasar, pallubasa, wah banyak lagi deh yang harus dimakan,” sambungnya.
Coto Makasar sendiri adalah makanan khas yang sudah sangat terkenal dari Makasar. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus.
Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dinikmati dengan ketupat dan "burasa" atau yang biasa dikenal sebagai buras, yakni sejenis ketupat yang dibungkus daun pisang.
Sementara itu, hampir sama dengan Coto, pallubasa juga terbuat dari jeroan (isi dalam perut) sapi atau kerbau. Proses memasak pun hampir sama dengan Coto Makassar, yakni jeroan direbus dalam waktu lama. Setelah matang, jeroan ditambah dengan daging itu diiris-iris, kemudian ditaruh/dihidangkan dalam mangkuk.
Baca Juga: Pasca Tsunami Selat Sunda, Anies Minta Warga Waspada Bencana
Dahulu pallubasa untuk bagian daging sapi sirloin dan tenderloin hanya disajikan untuk disantap oleh keluarga kerajaan. Sementara bagian jeroan disajikan untuk masyarakat kelas bawah atau abdi dalem pengikut kerajaan.
Denny Sumargo berkumpul bersama keluarga untuk menikmati santapan lezat makanan favoritnya saat merayakan Natal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Sepatu Running Lokal Rp200 Ribuan Terbaik, Kualitas Juara Bukan Barang Abal-abal
-
4 Rekomendasi Bedak Padat Translucent yang Ringan dan Bikin Makeup Flawless
-
4 Zodiak Paling Beruntung 6 Mei 2026: Siap-siap Uang Bertambah dan Cinta Bersemi
-
Cushion Barenbliss Harga Berapa? Ini Update Terbaru dan 3 Rekomendasinya
-
Apa Beda Undertone dan Skintone? Kunci agar Tak Salah Pilih Makeup hingga Pakaian
-
5 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Mei, Tenang tapi Penuh Keteguhan
-
Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar IndonesiaMalaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar
-
7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
-
Fungsional dan Eco-Friendly, VIVAIA Hadirkan Koleksi Kolaborasi dengan Seniman Prancis
-
5 Rekomendasi Sepatu Running Lokal Wanita, Ringan dan Terjangkau untuk Lari