- KBBI mendefinisikan sawit sebagai pohon menyerupai kelapa yang buahnya mengandung minyak.
- Definisi baru itu memicu perdebatan publik.
- Sawit sendiri sejenis palem monokotil, tidak memiliki kulit kayu seperti pohon berkayu sejati.
Suara.com - Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI yang mendefinisikan sawit sebagai pohon memicu perdebatan publik. Ini karena sawit awalnya dikenal sebagai tanaman palma atau palem yang bersifat monokotil.
Melalui aplikasi resmi KBBI yang diakses Suara.com pada Selasa (3/2/2026), sawit didefinisikan sebagai pohon yang menyerupai kelapa, berupa tandan bercabang dengan buah kecil yang banyak.
"Pohon bunganya berupa tandan bercabang dengan buah kecil-kecil dan banyak, berwarna merah kehitam-hitaman, daging dan kulit buahnya mengandung minyak, digunakan sebagai bahan pembuat minyak, mentega, atau sabun; kelapa bali; Elaeis guineensis," tulis KBBI melalui aplikasi resminya.
Situs Britannica mendefinisikan pohon sebagai tumbuhan berkayu abadi dengan batang tunggal berdiri sendiri dan terdiri dari jaringan kayu.
Sedangkan University of Florida menyebut tanaman palem seperti sawit tidak memiliki kulit kayu. Batang sawit yang terlihat seperti kayu, hanyalah jaringan kering seperti pelepah yang disebut pseudobark.
Selain itu tidak seperti pohon yang tumbuh di hutan atau pohon buah pada umumnya, diameter batang sawit tidak bertambah seiring bertambahnya usia pohon tersebut.
Dari sisi penyerapan karbon, Ahli Evaluasi Lahan Bidang Agreteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Ir. Lis Noer Aini, SP, M.Si sempat menyebut pohon di hutan mampu serap karbon lebih besar dari kelapa sawit.
Pada pohon dan keragaman tumbuhan di hutan dengan lapisan kanopi daun memungkinkan penyerapan karbon multi-level.
Sedangkan kelapa sawit di perkebunan, karbon tidak diserap oleh akar dan daun cenderung dilepaskan kembali ke atmosfer.
Baca Juga: Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
"Ketika karbon dilepaskan ke udara, gas rumah kaca akan meningkat. Pemanasan global pada dasarnya berasal dari penggundulan hutan yang kita lakukan sendiri," ungkap Lis di situs UMY pada 2 Januari 2026.
Di sisi lain dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto tak ragu menjuluki kelapa sawit sebagai Miracle Crop atau tanaman ajaib.
Di depan para kepala daerah dan pejabat pusat, Presiden menepis keraguan pihak-pihak yang ia sebut sebagai "kelompok nyinyir".
"Kenapa kelapa sawit bagi saya saya katakan itu miracle crop? It is miracle crop," tegas Prabowo di mimbar pidato.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek