Suara.com - Aneka ragam kopi Indonesia memang terletak pada kualitas rasanya, jika anda penggemar kopi maka harus mencoba minum kopi dengan gelas terbalik atau Kopi Tungkuik yang menawarkan cita rasa tersendiri.
Sepintas tampak aneh dan mustahil, karena jika gelas dibalik tentu kopinya akan tumpah tapi dengan cara penyajian yang tepat, kopi tetap utuh penuh dalam gelas lho.
Kopi Tungkuik yang tersaji di salah satu jalur Sicincin-Malalak-Balingka, yang merupakan jalur alternatif Padang-Bukittinggi, tepatnya di Lapau Nasi Putuih Basambuang, yang berlokasi di Campago, Kecamatan Malalak, Agam-Sumbar.
Dari arah Bukittinggi, Lapau ini terletak di sebelah kanan.
Kopi Tungkuik dalam Bahasa Indonesia bermakna kopi terbalik. Memang, kopi ini disajikan dengan cara membalikkan gelasnya.
"Sudah 4 tahunan lah lamanya kita bikin ini, dalam sehari bisa 100 gelas laku," sebut pemilik Lapau, Yusnidar (58) dikutip dari Klikpositif.com.
Kopi Tungkuik terbuat dari campuran robusta dan pulut hitam. Setelah kedua bahan ini dicampur rata, lalu diseduhkan ke air mendidih ke dalam gelas. Bisa ditambahkan dengan gula atau susu.
Selanjutnya, permukaan gelas dibalikkan ke tatakan, lalu diminum dengan sedotan. Karena gelas kopinya terbalik, maka cara minumnya dengan meniupkan sedotan ke sela bawah gelas yang tertutup tatakan. Setelah ditiup, maka munculnya buih-buih yang kemudian memenuhi tatakan, itulah yang diminum.
"Memang harus dibalik, jika tak dibalik, maka ampas-ampasnya akan tetap di bawah. Kalau dibalik jadi ampasnya di atas sehingga kopinya akan lebih terasa," ungkapnya.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Pemerintahan Jokowi Bencana, PSI Beri Jawaban Menohok
Harga kopi unik ini tergolong murah meriah, dengan susu harganya 8.000 ribu rupiah, sementara tanpa susu 6.000 ribu rupiah.
Jika melintasi jalur ini, sungguh rugi rasanya tak mencicipi hidangan khas kaya rasa dari Kopi Tungkuik atau sajian kopi dengan gelas terbalik ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi