Suara.com - Melihat besarnya ukuran pesawat pada zaman sekarang, tentu tak terpikir oleh kita bahwa zaman dulu sudah ada pesawat berukuran besar. Eits, tapi jangan salah, jauh sebelum Perang Dunia ke 2, pesawat-pesawat zaman dulu sudah ada yang berukuran raksasa.
Bahkan, saking besarnya, pesawat-pesawat tersebut bisa mengangkut penduduk satu kampung. Dilansir dari Guideku, berikut 4 pesawat raksasa di dunia, dan yang nomor 1 bisa angkut penumpang sekampung, lho.
Spruce Goose
Berbahan kayu, pesawat dengan rentang sayap yang memiliki panjang setara lapangan sepak bola ini difungsikan untuk bertempur dalam perperangan. Spruce Goose memulai debut pertama dan terakhirnya pada 2 November 1947.
Pesawat dengan delapan mesin baling-baling raksasa ini konon dapat menampung sekitar 700 penumpang. Tak heran, Spruce Goose didaulat sebagai pesawat terbesar yang pernah diciptakan dalam sejarah peradaban manusia.
Hindenburg
Kapal udara yang kemudian dikenal dengan nama zeppelin ini muncul pada akhir abad ke 19. Dahulu difungsikan sebagai moda transportasi bagi masyarakat yang hendak melakukan penerbangan Trans Alantik. Keberadaannya disebut menjadi role model industri penerbangan hari ini.
Antonov 225
Burung baja raksasa yang difungsikan untuk menggotong pesawat ruang angkasa ini disebut-sebut sanggup mengangkut beban sekitar 390 ton kargo. Antonov 225 Mriya disebut sebagai salah satu pesawat terbesar yang pernah diciptakan.
Baca Juga: Jeff Bezos Bakal Uji Coba Lagi Rocket Blue Origin ke Antariksa
Bentuknya yang gigantis dengan sayap sepanjang 84 meter dan lebar 88,4 meter membuat Antonov 225 memiliki bobot setara dua Patung Liberty atau seberat 600 ton.
Mi 26
Memulai debutnya pada tahun 1977, Mi 26 tercatat sanggup menampung 80 pasukan terjun payung bersenjata lengkap bersama kendaraan lapis baja lainnya.
Helikopter terbesar di muka bumi ini diproduksi oleh pemerintah Rusia. Mi 26 disebut sebagai helikopter terkokoh dan terberat yang pernah diproduksi secara massal dalam sejarah penerbangan. (Aditya Prasanda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas