Suara.com - Jagat maya tengah dihebohkan dengan rekaman video tentang cemilan ngehits Makaroni Ngehe. Di video itu, terlihat kerumunan serangga kecoa di dalam bungkus kemasan Makaroni Ngehe.
Rekaman video tersebut diunggah oleh pengguna akun jejaring sosial Twitter, @adnardn, pada 20 Februari 2019. Pun tak hanya mengunggah, akun tersebut juga menyempilkan kicauan.
Dalam cuitannya, dia mengisahkan temannya yang membeli cemilan Makaroni Ngehe. Tapi setelah dibuka ada banyak kecoa di dalamnya.
"Temenku beli @Ngehe_ID terus ternyata di dalemnya ada.....liat sendiri deh," cuit akun @ad****n seraya me-mention akun resmi Makaroni Ngehe, @Ngehe_ID.
Menanggapi viralnya video tersebut, founder Makaroni Ngehe, Ali Muharam, berkicau melontarkan klarifikasi melalui akun Twitter pribadi miliknya, @alvow.
Bukan cuma klarifikasi semata, Ali Muharam juga mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan suasana outlet dan dapur di salah satu cabang Makaroni Ngehe.
Berikut isi klarifikasi tersebut:
"Sebelumnya makasih banyak buat temen2 yang langsung DM, WA dan jalur komunikasi lainnya perihal komplenan video di atas. Ngga nunggu lama langsung cek tautan yang dikirim."
"Ternyata bener, seperti yang bisa diliat di video, kecoanya banyak banget. Berbagai ukuran, posisinya rapih di satu bagian sisi aja. Dan masih hidup."
Baca Juga: Tanpa Makeup, Bae Suzy Tampil Percaya Diri
"Ngga nunggu lagi, langsung mention akun pemosting dan meminta maaf atas ketidak nyamanannya, dan ternyata kejadiannya dialami sm temennya. Saya minta kontaknya, dan dikasih akun IG."
"Saya langsung DM juga, minta maaf atas perihal tersebut dan meyakinkan untuk segera melakukan investigasi ke lapangan secepatnya. Saya minta nomor HP untuk ngbrl langsung untuk tanya2, tapi ybs tidak bersedia ngobrol via telpon, DMan di IG aja."
"Wait ya HP satunya mati. Screenshot percakapan DM IG nya di situ. Sementara nunggu, berikut beberapa foto2 sebagian gudang dan service area di beberapa cabang."
"Dan ini storage akhir di outlet. First in first out. Tidak pernah ada penumpukan barang lebih dari seminggu."
"Dan ini area penggorengannya. Sleek and clean is not enough. Minyak kami selalu baru karena intensitas proses penggorengan yang tinggi. Kami juga pake minyak kemasan standar industri, bukan minyak curah."
"Gudang masing2 outlet. Kami melakukan sidak rutin dengan reward dan punishment yang imbang. Semakin bersih outlet/gudang, semakin tinggi penilaian untuk reward (tidak selalu berbentuk uang) di momen2 akhir tahun."
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing