Suara.com - Eksis Foto di Puncak Gunung tapi Tak Bawa Turun Sampah, Pendaki Unggah Ini.
Keindahan Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki.
Gunung Kinabalu setinggi 4,095 meter ini hampir dikatakan selalu ramai dikunjungi para pendaki dari berbagai belahan dunia.
Dilansir Guideku.com dari laman World of Buzz, Gunung Kinabalu ini juga dianggap sakral dan suci oleh penduduk sekitar.
Oleh karenanya, sebelum mendaki gunung, terdapat ritual yang harus dilakukan sebagai simbol meminta izin untuk melakukan pendakian.
Yang membuat banyak orang semakin kagum, Gunung Kinabalu ini bahkan mendapat predikat Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sayangnya, ad saja pendaki yang tidak menjaga kebersihan, usai berfoto ria dan bereksis dengan kertas bertuliskan permintaan atau nama-nama yang ingin pendakin ucapkan salam atau terima kasih, maka dibiarkan berserakan kertas tersebut usai berfoto.
Belum lama ini seorang netizen mengunggah foto dirinya menemukan banyak sampah kertas di puncak Gunung Kinabalu melalui Facebook.
Sampah kertas bertuliskan nama pendaki ini menurutnya merupakan tindakan yang tidak sopan.
Baca Juga: Netizen Sindir Ferdinand: Khawatir Malah Lu yang ke Akhirat Duluan.
''Jangan hanya meninggalkannya di sini. Untuk semua orang di luar sana, jika kalian berencana untuk mendaki gunung tolong jangan lakukan ini,'' sebut Wilson Ls Thaddeus.
Pendaki buang sampah kertas sembarangan di Gunung Kinabalu.
''Apa yang dibawa naik , harus dibawa turun juga. Jangan ambil apa-apa selain foto dan jangan sisakan apapun selain jejak kaki,'' imbuhnya.
Aksi pendaki buang sampah sembarangan di Gunung Kinabalu ini tentu mengundang rasa prihatin dari banyak pihak.
Bukan hanya Gunung Kinabalu saja, aksi menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ini juga wajib kamu terapkan di mana pun ya.
Semoga saja tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan ya saat mendaki gunung. (Arendya Nariswari)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
The Body Keeps the Score: Ketika Tubuh Menyimpan Luka yang Tak Terhapus
-
BGN Bersih-Bersih Pegawai Bermasalah, Ada yang Diduga Ngentit Duit MBG hingga Terlibat Judol
-
Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran
-
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
Tak Lagi Diisolasi, Febrie Adriansyah Mulai Jalani Hari-hari Bersama Tahanan KPK
-
Pasca Ledakan Bom, 20 Ribu Polisi Jaga Lokasi Pidato Kenegaraan Presiden Filipina
-
Rilis 24 Agustus! NCT 127 Siap Comeback dengan Full Album Terbaru, BLINGY
-
KPK Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Diistimewakan, Kini Gabung dengan Tahanan Lain
-
Ekonom Coret Thomas Djiwandono dari Bursa Gubernur BI, Dinilai Tak Penuhi Kriteria