1. Kenali potensi diri, berani tampil beda
Jika membawakan lagu pop yang menjamur di radio, televisi, dan kawasan pertokoan hari ini mudah membuat orang lengah dan tak peduli dengan penampilanmu, bawakanlah lagu unik nan everlasting, seperti The Beatles misalnya.
Lagu-lagu everlasting nan tak lekang oleh zaman tersebut sedikit banyak punya jejaknya di benak banyak orang. Itu pula alasan mengapa Pieter Lennon membawakan lagu-lagu The Beatles, yang sekaligus menjadi daya pikat dan membuat dirinya begitu berbeda dengan pengamen lainnya.
''Ya, (sebagai performer) kita harus tahu produk apa yang paling tepat untuk kita, lalu kemudian ditampilkan. The Beatles itu band legenda yang lagu-lagunya ngga habis dimakan zaman. Di situlah orang-orang mengenal saya,'' ungkap Pieter.
So, jika kamu ingin menekuni profesi sebagai musisi jalanan atau bahkan musisi profesional, kenali lah terlebih dahulu potensimu. Dan jangan pernah takut tampil beda.
2. Sambangi kawasan publik, hindari pemukiman
Mengamen di kawasan pemukiman cenderung lebih riskan dan berbahaya sebab kita memasuki kawasan privasi orang lain.
''Kawasan pemukiman itu sangat sensitif mas, karena kita memasuki wilayah privasi orang. Kita juga tidak pernah tahu kondisi si pemilik rumah,'' jelas Pieter.
Solusinya, mengamen di kawasan publik seperti restoran pinggir jalan maupun taman kota seperti yang dilakoni Pieter Lennon jauh lebih aman.
Baca Juga: Jalani Perawatan karena Leukemia, Shakira Aurum Dapat Kado dari BLACKPINK
''Karena restoran itu ruang publik, kita pun jadi lebih leluasa untuk datang (ngamen). Asal tetap sopan dan menjaga kesantunan,'' ujar Pieter.
3. Berpenampilan maksimal
Jangankan didengar, dilirik pun tidak jika kita bernyanyi di jalanan dengan penampilan ala kadarnya.
Bukan berarti harus mewah, berpenampilan sederhana, rapi dan sopan pun dapat menarik perhatian pendengar lho.
''Kita nggak cuma sekadar bernyanyi mas. Harus terhormat juga, pakaian dan penampilan pun harus bersih dan sopan agar orang yang melihat pun senang,'' tutur Pieter.
4. Bernyanyilah hingga selesai
Yang membedakan musisi jalanan sungguhan dan pengemis berkedok musisi jalanan yakni cara kita menyikapi lagu yang dibawakan.
Musisi jalanan yang datang untuk menghibur dan menghargai betul profesi yang ia geluti, sebaiknya menyelesaikan lagu yang ia bawakan betapapun uang diberikan di tengah lagu.
5. Lapang dada berapa pun uang yang diterima
Cara lain menghargai profesimu sebagai musisi jalanan yakni harus punya sikap teguh untuk tidak bermental pengemis dan menghargai berapa pun uang yang diterima.
Jangan sebaliknya, nyanyi, nggak diberi uang lantas marah ya!
''Kita harus menerima berapapun uang yang dikasih, mas. Jadi nggak benar itu kalo ngamen terus marah karena nggak dikasih uang. Soalnya kita yang datang dan menghibur mereka,'' terang Pieter. [Guideku/Aditya Prasanda]
Simak bincang-bincang selengkapnya soal Pieter Lennon di bawah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard