Suara.com - Jangan Keliru, Ini Ciri Khas Kain Tenun dari Nagekeo NTT
Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan keindahan warisan nusantara berupa kain tenun. Setiap kabupaten di NTT memang menghasilkan kain tenun dengan motif yang berbeda.
Di kabupaten Nagekeo misalnya lebih identik dengan kain tenun kombinasi warna hitam dan kuning. Lembar di bagian depan berwarna hitam, sedangkan di bagian belakang berwarna kuning keemasan.
Kombinasi warna mencolok inilah yang membuat tenun asal Nagekeo lebih mudah diingat dibandingkan tenun ikat dari daerah lainnya.
"Masing-masing berbeda tergantung desa penghasilnya. Beda desa memiliki beda motif dan status sosial. Hal ini juga biasanya tergantung dengan motif dibalik kain tenun itu sendiri," ujar Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT di sela-sela Soft Launching Festival Literasi Nagekeo, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Julie menambahkan, kain tenun merupakan salah satu mata pencaharian penduduk di NTT. Pasalnya menenun tidak memiliki musim layaknya pekerjaan utama lainnya seperti bertani.
Permintaan akan tenun sendiri cukup besar karena kain ini digunakan untuk perayaan suka maupun duka.
"Saya melihat tenun bukan hanya budaya saja tapi juga meningkatkan perekonomian NTT. Sekitar 80 persen penduduk bekerja sebagai petani tapi ada musimnya. Nah menenun ini tanpa musim kalau sekarang penenun menjadikan ini sebagai pekerjaan sambilan," imbuh pemilik butik LeViCo ini.
Baca Juga: Kain Tenun Lurik Jawa Akan Dipamerkan di Belanda
Julie mengatakan bahwa Dekranasda berusaha membantu para pengrajin tenun untuk bisa berkarya dengan memberikan bantuan modal benang dan upaya pemasaran. Sehingga, kata Julie, pengrajin tak perlu repot-repot untuk menjualnya.
"Mereka tidak punya modal atau alat. Pangsa pasar tidak tahu harus dibawa ke mana. Itu yang sedang kami beri solusi. Jadi Dekranasda memberi tempat, memberi modal benang setelah itu mereka jual kembali ke kami. Mereka tidak harus mikir pangsa pasarnya," ujar Julie.
Perempuan yang baru saja menerima piagam penghargaan tokoh 'Pelopor Literasi Tenun Ikat Nagekeo NTT' oleh Bupati Nagekeo di Perpustakaan Nasional ini mengaku bahwa mempromosikan kain tenun Nagekeo memiliki beberapa tantangan. Menrutnya kini banyak industri yang menjual kain tenun printing. Hal ini kata dia bisa mematikan upaya pengrajin tenun ikat asal Nagekeo.
"Kami punya kendala masalah sekarang motif kami telah diprinting begitu merajalela itu yang mematikan pengrajin kami. Itu yang sedang kami cari solusinya, karena pengrajin membuat kain tenun butuh waktu lama, namun untuk kain printing bisa menggunakan mesin," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9