Sejak itulah lambat laun anggota yang ingin bergabung semakin banyak, hingga kini ada delapan group WhatsApp Messenger dengan total anggota Komunitas Pejuang ASI Indonesia sekitar 1.600 orang.
Pejuang ASI Indonesia pun akhirnya secara resmi didirikan sebagai komunitas pada 26 Mei 2016. Nama ini, dipilih dr. Ameetha sebagai penghargaan bagi seluruh ibu yang telah berjuang untuk menyusui anak mereka.
Komunitas Pejuang ASI Indonesia seakan menjadi support group bagi para ibu menyusui yang ingin memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan ASI selama 2 tahun penuh untuk kebutuhan anak-anak mereka.
Dengan adanya support group ini, para ibu menyusui dapat memiliki dasar informasi yang benar seputar menyusui juga bisa saling berbagi pengalaman dan solusi saat memiliki kendala saat menyusui.
"Selain melalui Whatsapp Messenger, Pejuang ASI Indonesia juga sering mengadakan gathering, rutin menggelar Pekan ASI Indonesia setiap tahun-nya di bulan Agustus, juga Memperingati Hari Infant Massage yang jatuh pada bulan Juli setiap tahunnya. Selain itu secara berkala dr. Ameetha juga melakukan edukasi kelas kecil untuk MPASI," terang dr Ameetha.
Biasanya, lanjut dr. Ameetha, berbagai kegiatan tersebut membahas mengenai edukasi seputar menyusui, tips dan trik menyusui eksklusif bagi ibu bekerja, hingga menyediakan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mudah namun bergizi.
Dengan adanya komunitas ini, dia berharap agar menyusui bisa menjadi proses yang menyenangkan dan para ibu dapat semangat melewati masa-masa perjuangan memberikan gizi terbaik, dalam hal ini ASI bagi buah hati.
Nah, bagi Anda yang juga sedang berjuang untuk memberikan ASI, Anda bisa bergabung ke komunitas ini, dengan langsung saja mengikuti akun Instagram @pejuangasiindonesia @ameethadrupadi, lalu kirim pesan (Direct Message) untuk pendataan.
"Nantinya, ibu akan diinvite ke Grup Whatsapp Pejuang ASI Indonesia," tutup tentang cara bergabung di Komunitas Pejuang ASI Indonesia.
Baca Juga: Komunitas LGBT Deklarasi Dukungan, Sandiaga: Saya Belum Dapat Informasinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa
-
5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
-
Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen