Suara.com - Pemerintah Targetkan Indonesia Sebagai Pusat Fashion Muslim Dunia
Memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia harus menjadi kelebihan industri fashion Indonesia. Karena itu pada 2020 nanti, Indonesia menargetkan diri menjadi pusat fashion Muslim dunia.
Lewat acara bincang-bincang di gelaran Inacraft 2019, Minggu, (28/4) kemarin, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa pemerintah terus mengawal agar Indonesia dapat menjadi pusat fashion modest.
"Berbagai program kami lakukan untuk mengembangkan industri fashion Muslim, kami menggarap dari hulu sampai ke hilir, mulai dari bahan baku, produksi, peningkatan kompetensi SDM sampai dengan promosi," kata Gati dalam acara bertajuk Melangkah menuju Pusat fashion Muslim Dunia.
Berdasarkan The Global Economic Islamic Report 2018/2019, Indonesia berada pada urutan kedua sebagai negara yang melakukan pengembangan fashion Muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab.
"Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan," tambah Gati.
Meski demikian, Gati mengaku masih ada beberapa kendala untuk mewujudkan target tersebut. Kendala utamanya, kata Gati, adalah persiapan SDM di bidang kreatif ini.
"Itu juga mengapa kami dari pemerintah bekerja sama dengan akademisi, secara teknik tekstil, kerja sama dengan komunitas, ini paling penting," tutupnya.
Baca Juga: MUFFEST 2019 Sajikan Pameran Hingga Trend Fashion Muslim 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi