Suara.com - Perawatan kuku tangan menicure atau perawatan kuku kaki pedicure ternyata tak hanya monopoli kaum perempuan. Lelaki juga sebenarnya dianjurkan melakukannya, setidaknya perawatan kuku kaki atau pedicure.
Menurut ahli penyakit kaki Charlton Woodly, DPM, perawatan kaki yang teratur sangat penting untuk memastikan kesehatan Anda secara keseluruhan.
"Banyak penyakit sebenarnya bersumber dari kondisi kaki. Jika kamu tidak merawat kakimu, dan kamu kehilangan kemampuan untuk berjalan tanpa rasa sakit, itu benar-benar dapat menghambat hidupmu," ujar Charlton seperti dikutip dari laman Menshealth.
Charlton merinci ada berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari kaki, mulai dari infeksi jamur, bakteri, bahkan kanker kulit mematikan. Perawatan kaki yang dilakukan secara teratur dapat membantu mencegah dan mengendalikan masalah kesehatan yang berhubungan dengan kaki.
"Inspeksi biasa di kamar mandi sudah cukup. Yang harus Anda perhatikan adalah sesuatu yang aneh seperti perubahan warna kuku, kemerahan, benjolan, atau lecet. Selalu periksa di antara jari-jari kaki," kata dia.
Anda juga diminta untuk mengeringkan kaki terlebih dahulu sebelum mengusapkan lotion atau krim pelembab. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri dan jamur tumbuh subur.
"Selalu perhatikan di mana Anda berjalan tanpa alas kaki, terutama di atas karpet. Karpet dapat menyembunyikan benda-benda kecil yang bisa terinjak dan melukai kaki Anda. Dan jika Anda memiliki luka atau luka terbuka, karpet mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi," ujar Charlton mengingatkan.
Anda para lelaki juga dianjurkan untuk tidak memotong kuku kaki terlalu dalam ke sudut-sudut, karena hal itu berpotensi memicu infeksi. Pedicure di salon, kata Charlton, sebenarnya adalah cara paling efektif untuk menjaga kebersihan kaki dan menjaga kuku tetap sehat dan rapi.
"Pegawai salon tentunya memiliki keahlian dalam merawat kaki pelanggannya dibandingkan Anda. Itu sebabnya tak ada salahnya bagi lelaki untuk melakukan perawatan pedicure," imbuhnya.
Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Perawatan Kuku di Salon
Lalu seberapa sering idealnya lelaki menjalani perawatan pedicure? Menurut Charlton, tergantung pada seberapa cepat kuku kaki tumbuh. Anda bisa mendapatkan pedicure sesering yang Anda inginkan asalkan dilakukan dengan aman. Bagaimana, tertarik mengunjungi salon untuk pedicure, Bro?
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi