Suara.com - Objek wisata Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat sudah berulang kali memakan nyawa pengunjung.
Yang paling baru, diketahui ada 3 orang turis tewas dalam rentang waktu 8 hari, seperti dilansir dari Travel and Leisure.
BACA JUGA:
Naik Pesawat Kecil, Maia Estianty Makin Tahu Sifat Irwan Mussry
Rayuan Irwan Mussry ke Maia Estianty di Maldives Bikin Klepek-klepek
Memiliki pemandangan yang indah, tak heran jika beberapa turis yang datang ke Grand Canyon rela berpose nekat demi foto selfie atau foto instagrammable.
Padahal, pihak Taman Nasional Grand Canyon sendiri sudah kerap memperingatkan agar turis berjalan di jalur yang sudah disediakan dan tidak mendekati tepi ngarai.
Namun, seolah menantang maut, belum lama ini video aksi nekat turis di Grand Canyon menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun @kwilli1046 di Twitter tersebut, tampak seorang lelaki yang melompat dari satu ngarai ke ngarai lainnya. Ia seperti menjadikan spot mematikan di Grand Canyon ini sebagai 'taman bermain'.
Baca Juga: Turis Tajir Nih, Beri Makan Jerapah Pakai Uang Tunai
Untung saja, lelaki itu berhasil mendarat dengan selamat dan lantas menunjukkan ketinggian ngarai tempat dia berada.
Meski begitu, hal ini tidak berarti jika aksi berbahaya tersebut dapat ditiru. Tak heran, banyak netizen yang meninggalkan komentar tak setuju setelah melihat video tersebut.
''Aku tidak akan melompat meskipun dibayar.''
''Kenapa dia melakukan ini?''
''Dan dia harus lompat sekali lagi buat balik. Ngilu di kaki,'' tulis netizen.
Grand Canyon sendiri diperkirakan memakan nyawa hingga 12 pengunjung setiap tahunnya. Bagi yang ingin berkunjung, lebih baik hati-hati dan patuhi aturan yang ada ya.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat
-
Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump
-
Harga Minyak Dunia Turun 4 Persen Usai AS Stop Serang Iran 2 Malam
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian