Suara.com - Seorang siswa sekolah menengah atas dari Ohio, Gina Warren, memiliki topi unik untuk acara kelulusannya. Ia menyusun daftar korban yang tewas dalam penembakan massal di sekolah menengah Amerika yang dimulai dengan penembakan tahun 1999 di Columbine pada topi tersebut.
Dilansir dari Buzzfeed News, Gina menuliskan 49 nama siswa dari 10 sekolah di Amerika Serikat yang tewas tertembak. Gina terinspirasi dari aksi yang dilakukan oleh siswa di Parkland pada Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Amerika Serikat.
''Aku ingin membuat sesuatu yang sama kuatnya dengan kata-kata, namun daripada menunjukkannya pada NRA, aku ingin menunjukkannya kepada banyak orang,'' ujar Warren pada Buzzfeed News.
Tidak berbentuk daftar manual biasa, ia membuat QR Code di topi kelulusannya. QR Code itu dapat di-scan dan terhubung ke dalam website berisi nama-nama siswa yang terbunuh akibat kasus penembakan di sekolah.
Namun, Gina Warren mengaku bahwa daftar nama siswa yang ditulisnya hanyalah korban anak sekolah SMA. Itu belum termasuk anak-anak yang tertembak di bioskop maupun gereja.
Ia mengunggah video topi kelulusannya itu di Twitter. Hingga artikel ini naik, video sudah menarik lebih dari 91 ribu retweet dan 312 ribu likes.
Reaksi positif pun berdatangan dari sebagian besar pengguna Twitter. Mereka berterima kasih pada Gina karena membuat orang-orang mengingat berbagai korban penembakan di sekolah yang bisa dilupakan dari sejarah.
Banyak orang yang mendukung aksi membuat topi unik yang dilakukannya. Bahkan, beberapa orang meminta izin untuk melakukan hal serupa di hari kelulusannya.
Di bawah daftar nama korban siswa itu, ia menambahkan kalimat ''Protect our student (lindungi siswa kita)'' bersama dengan link untuk mendukung gerakan perlindungan siswa.
Baca Juga: Tragedi Mei 1998: Isu SARA, Kerusuhan Massal sampai Penembakan Mahasiswa
''Aku tidak mengatakan bahwa kamu harus mendukung atau bagaimana harus berpikir, aku ingin kau tahu bahwa ada masalah. Apa pun yang kamu bisa lakukan untuk membuat negara ini lebih aman, kamu harus bersuara,'' pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Ciputra Life Cetak Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Melonjak 53 Persen
-
10 Penyebab Kulit Wajah Terasa Makin Kering dan Kusam saat Memasuki Usia 30
-
Bayar Rp650 Juta Tidak Lulus, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Disulap Jadi Proyek Cat Gedung
-
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Tembus Rp2,74 Juta per Gram
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Ulasan Novel Purple Prose, Menyembuhkan Luka Dalam Bayangan Kehilangan
-
Ini Cara Mengukur Kematangan Broker dan Platform Trading