Suara.com - Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Laris di Bulan Ramadan
Bongko Kopyor mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun khusus masyarakat Gresik, Bongko Kopyor selalu dicari, terutama saat bulan Ramadan untuk berbuka puasa.
Kudapan bercita rasa manis dan gurih ini sepintas mirip dengan bubur sumsum. Perbedaan terletak pada rasanya, di mana Bongko Kopyor memiliki citarasa legit, gurih, dan lembut saat di makan.
Makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini berbahan utama tepung beras, santan, roti, irisan pisang kadang ada irisan nangka, serutan buah kelapa muda, dan bubur mutiara.
Karena rasanya yang khas itulah Bongko Kopyor selalu menjadi buruan bagi para pencari takjil untuk hidangan berbuka puasa.
Harga Bongko Kopyor pun tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 8 ribu untuk satu bungkus.
Selama puasa, mulai siang hingga sore hari menjelang waktu buka puasa, penjual Bongko Kopyor sudah membuka lapak di pinggir-pinggir jalan di kota Gresik, terutama di sepanjang jalan komplek Gresik Kota Baru.
Salah satu penjual Bongko Kopyor, Istiana (32), mengatakan sudah sejak hari pertama bulan ramadhan berjualan di pinggir jalan disekitar Gresik Kota Baru ini.
Keuntungan yang lumayan didapat dari berjualan Bongko setiap hari. Dalam sehari, ia bisa menjual 40 hingga 50 bungkus.
Baca Juga: 6 Makanan Khas Lampung yang Wajib Dicoba, Maknyus!
"Bongko Kopyor ini hanya ada saat puasa, mas. Penjual musiman seperti saya juga banyak. Alhamdulillah, setiap hari lumayan ramai pembeli, keuntungan juga lumayan. Saya bukan pembuat Bongko, saya setor ke pembuat," kata Istiana, Rabu (15/5/2019).
Sementara itu, Jumainah (47) salah satu pembuat makanan Bongko Kopyor mengatakan tidak tahu sejarah Bongko Kopyor jadi makanan untuk takjil. Tapi sudah lama makanan Bongko Kopyor ini selalu di buat pada bulan Ramadhan.
"Sebenarnya saya tidak tahu sejarahnya. Hanya saja, setiap bulan ramadan saya dan pembuat Bongko lainnya selalu membuat makanan ini. Rasa yang manis, gurih dan lezatlah, Bongko selalu dicari orang untuk menu takjil buka puasa," ujar warga Manyar ini.
Jumainah melanjutkan, makanan Bongko yang biasa, berbahan dasar dari tepung beras, tanpa santan, agak kenyal dan hanya berisi irisan buah pisang saja.
Berbeda dengan Bongko Kopyor, meski berbahan sama yakni tepung beras, tapi tekstur agak lumer karena diberi santan, berisi mulai dari buah pisang, buah nangka, roti, irisan kelapa muda hingga roti dan mutiara.
"Sebenarnya bahan dasarnya sama dari tepung beras. Hanya Bongko Kopyor agak lumer ada santannya, berisi macam-macam mulai dari pisang, mutiara, nangka dan kelapa. Rasanya gurih manis. Bahanya juga gampang di cari," jelas Jumainah.
Tertarik untuk mencoba Bongko Kopyor? Jangan ragu untuk menyambagi kota Gresik di bulan Ramadan ini ya!
Kontributor : Tofan Kumara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali