Suara.com - Bagi suku atau kelompok minoritas yang tinggal di daerah pedalaman, tato kerap menjadi bagian dari tradisi hingga identitas diri.
Di China, hal tersebut berlaku bagi kaum minoritas Du Long, Dai, dan Li yang punya tradisi tato wajah bagi perempuan.
Dikutip dari penjelasan fotografer dan traveler Cameron Hack lewat UNILAD, disebutkan bahwa tato dalam budaya kelompok minoritas Li menyimbolkan status sosial.
Awalnya, tato di wajah tersebut menunjukkan bahwa seorang perempuan sudah cukup umur untuk menikah.
Sayang, seiring berjalannya waktu, makna dan fungsi tato itu bergeser serta malah berubah miris.
Menurut generasi terakhir perempuan di Li yang masih memiliki tato wajah, fungsi tato tersebut bergeser menjadi alat perlindungan diri pada masa penjajahan Jepang.
"Bukan cuma kebanyakan gadis saat itu menginginkan tato, kami membutuhkannya untuk tetap aman. Ketika aku masih kecil, sekitar 12 tahun, aku melihat tentara Jepang di Hainan sini. Mereka tinggal beberapa saat dan melakukan hal-hal buruk," kata salah satu perempuan yang diwawancarai Cameron Hack.
"Orang Jepang tidak suka perempuan yang bertato di kulit, jadi mereka tidak mengganggu kami."
Tato itu sendiri diberikan dengan cara yang menyakitkan, yaitu lewat duri pohon yang ditusukkan ke kulit. Selain itu, proses membuat tato ini dilakukan berkali-kali dan butuh waktu sekitar seminggu sebelum sembuh.
Baca Juga: Bikin Merinding, Inilah Suku Konyak India Pemburu Kepala Manusia
Meski begitu, hal ini tetap dilakukan karena perempuan yang bertato dianggap "jelek" sehingga tidak akan diculik, dijual, atau diperkosa tentara Jepang.
Sekarang, walau puluhan tahun sudah berlalu, tato-tato tersebut pun masih tampak menghiasi wajah para perempuan berusia lanjut di kelompok minoritas ini.
Untunglah, seiring dengan perkembangan zaman serta pergantian pemerintahan, kebutuhan untuk menato wajah perempuan kini tak lagi dibutuhkan.
Berita Terkait
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!