Suara.com - Masyarakat Sommarøy, sebuah pulau di Utara Irlandia, merupakan tempat di mana matahari bersinar non top selama 69 hari saat musim panas. Karena alasan itu juga, pemerintah setempat hendak mendeklarasikan diri sebagai zona bebas waktu.
Warga setempat memang mengalami waktu siang-malam yang tak biasa. Setelah merasakan waktu malam yang lama selama November sampai Januari, warga Sommarøy juga merasakan kondisi di mana matahari tetap berada di atas langit dari 18 Mei sampai 26 Juli.
Saat itu tejadi, alat penunjuk waktu konvesional seperti jam tidak berlaku sama sekali.
Misalnya, akan sangat biasa melihat warga melakukan kegiatan tak biasa seperti berenang, bermain bola atau membetulkan pagar rumah saat waktu menunjukkan pukul 3 malam.
Karena mengalami waktu siang yang lama juga, warga merasa bisa tidur kapan pun mereka mau.
Hal ini sudah menjadi tradisi selama generasi ke generasi. Tapi sekarang warga Sommarøy ingin secara resmi mendeklarasikan diri sebagai zona tanpa waktu.
"Kami mengalami waktu siang yang panjang dan sudah biasa dengan ini. Saat tengah malam, di mana di kota lain mungkin disebut pukul 2 malam, kamu dapat melihat anak-anak bermain bola, orang mengecat rumah, memotong rumput, dan remaja berenang," kata warga Sommarøy, Kjell Ove, seperti dilansir dari Oddity Central.
Ini mungkin terdengar seperti lelucon atau bentuk promosi pariwisata. Tapi tidak salah juga karena nyatanya Sommarøy telah dikunjungi banyak turis setelah warga lokal mengumumkan keinginan mendapatkan gelar Pulau dengan Zona Bebas Waktu secara resmi.
Warga juga telah bertemu anggota parlemen untuk menyerahkan petisi dan mendiskusikan hal praktikal dan legal yang dibutuhkan.
Baca Juga: Ramai Tren Foto 'Mengupil', Pulau Paskah Terancam Overtourism
Bila sukses, maka sekitar 300 lebih warga Sommarøy akan menikmati tinggal di tempat pertama di mana sekolah dan tempat kerja memiliki waktu fleksibel dan mengabaikan waktu konvensional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan
-
Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda