Suara.com - 6 Tips Mencegah Cyber Carding dengan Modus Poin Belanja
Kini, jangan mudah tergiur dengan jenis penawaran apapun juga, apalagi promo hadiah, kode voucher yang kerapkali mengatasnamakan bank. Rumusnya hanya 3, hati-hati, teliti dan Konfirmasi. Ketiga hal tersebut harus menjadi acuan dalam melakukan setiap transaksi perbankan Anda, apalagi menjelang Liburan.
Kejahatan memang kerapkali mengincar calon korbannya yang seringkali tidak waspada.
Beralihnya pola transaksi masyarakat umum yang kini lebih menyukai melakukan transaksi secara online, memang membawa sejumlah kemudahan. Bank pastinya menyiapkan infrastruktur yang didukung dengan sejumlah langkah untuk menjaga keamanan transaksi yang dilakukan Nasabah. Seperti pengiriman One Time Password (OTP) ke handphone Nasabah sebelum terjadinya transaksi untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Namun perlu disadari bahwa tetap masih ada saja risiko yang mengintai atas setiap transaksi online yang dilakukan.
Kini kejahatan carding pada e-commerce sangat mudah dilakukan oleh pelaku kejahatan, karena tanpa harus memegang fisik kartu, namun cukup dengan mengetahui informasi tertentu pada kartu debit atau kartu kredit. Antara lain, berupa Card Verification Value (CVV) - berupa 3 digit angka terakhir di bagian belakang kartu kredit/debit), dan masa berlaku pada kartu (expired date), si pelaku sudah dapat melakukan transaksi pada e-commerce.
Maka dari itu berikut trik atau modus pelaku kejahatan, dan tips menghindari kejahatan carding seperti mengutip rilis Permata Bank. Rabu (26/6)
1. Dihubungi dengan menggunakan nomor telepon Contact Center palsu
Nasabah dihubungi oleh nomor Contact Center palsu, yang mirip dengan bank misal +1500111, menanyakan beberapa data rahasia Nasabah (diantaranya PIN, Password, Response Code (Kode Otentikasi/One Time Password-OTP).
Baca Juga: Ini Tips Menghindari Tagihan Kartu Kredit yang Membengkak
Misal ada sms masuk yang ternyata itu kode OTP, pelaku tiba-tiba menelepon dan meminta kode tersebut. Perlu Anda ketahui pelaku berarti sudah berhasil 70 persen dalam transaksi online memakai kartu Anda. Namun Anda jangan panik. Tanpa kode OTP dan CVV yang tidak Anda beritahui, tidak akan ada transaksi berjalan.
2. Dihubungi dengan email Contact Center palsu.
Nasabah mendapatkan email dari alamat email Contact Center palsu, yang mirip dengan bank, lalu memberikan penawaran atau konfirmasi, dimana Nasabah diminta untuk memberikan beberapa data pribadi Nasabah yang rahasia (PIN, Password, Response Code (Kode Otentikasi/One Time Password-OTP), User ID, serta Card Verification Value (3 digit kode pengamanan di belakang Kartu Debit/Kredit).
3. Memasang stiker yang berisi nomor Contact Center palsu, pada mesin ATM atau ruang ATM.
Penipu meminta Nasabah yang menghubungi nomor Contact Center palsu tersebut, dan meminta Nasabah menyebutkan data rahasia Nasabah. Seperti PIN, nomor Kartu Kredit, masa berlaku kartu Kredit, atau CVV (3 digit kode pengamanan di belakang kartu Debit/Kredit).
4. Tidak menjawab atau memberikan informasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan