Suara.com - Di antara ribuan potensi wisata Bali, Desa Sulangai di Kabupaten Badung menyuguhkan destinasi berbasis ekowisata yang mengajak para wisatawan mengenal lebih dekat Bali melalui pesona kawasan agraria dan alamnya.
Menyambangi desa penghasil kunyit terbesar di Pulau Dewata ini, kita harus bertolak sekitar dua jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai.
Sesampainya di lokasi, kita akan disuguhkan sejumlah atraksi ekowisata setempat. Dari belajar bercocok tanam ragam vegetasi macam kunyit, cabe, kopi dan varian sayur lainnya bersama petani setempat, berfoto ria berlatarkan kebun bunga nan puspa warna hingga trekking area persawahan hijau nan permai.
Di area persawahan pula, para wisatawan dapat mencoba wahana gebuk bantal.
Sebuah bambu panjang disediakan di atas kolam lumpur di tepi sawah. Para pengunjung dapat menjajal keseruan atraksi ini sembari bermain lumpur ria.
Sementara itu, tak jauh, dari wahana gebuk bantal, sebuah sungai jernih mengalir. Kita pun dapat membilas diri di sungai segar ini.
Puas bermain gebuk bantal, kita pun dapat melanjutkan aktivitas seru lainnya macam menangkap ikan di kolam dan menyisir medan ekstrem demi menikmati pesona Air Terjun Gong.
Selain dikenal sebagai kawasan ekowisata, Desa Sulangai juga dikenal sebab keberadaan Pura Kancing Gumi nya nan melegenda.
Konon, pura sakral ini merupakan penjaga keselarasan Pulau Dewata.
Berita Terkait
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK