Suara.com - Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang menyebalkan dan bikin tidak percaya diri, apalagi jika jerawat yang muncul malah meradang dan bernanah. Selain menimbulkan rasa sakit ketika disentuh, jerawat juga dapat mengganggu penampilan. Kabar baiknya, kini ada suntik jerawat yang diklaim sebagai cara cepat untuk menghilangkan jerawat meradang.
Seberapa ampuh metode ini untuk menghilangkan jerawat? Apa saja efek sampingnya? Dikutip dari HelloSehat, berikut ulasannya.
Suntik jerawat atau suntik steroid adalah salah satu perawatan kecantikan untuk menangani jerawat parah yang meradang, seperti jerawat batu atau jerawat kista. Prosedur ini tak direkomendasikan untuk mengobati jerawat ringan hingga sedang, seperti jerawat komedo.
Jerawat akan lebih cepat kempes dan sembuh dalam beberapa jam setelah mendapatkan suntik. Tak cuma itu, suntik jerawat juga dapat mengurangi risiko terjadinya bekas jerawat. Jadi, jika Anda punya jerawat yang meradang beberapa hari sebelum acara penting, metode ini mungkin bisa jadi pilihan untuk menghilangkan jerawat secara cepat.
Suntik jerawat aman bila dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan Kelamin (Sp.KK) yang berkompeten di bidang dermatologi. Ini karena prosedur penyuntikan hingga penentuan dosis obat yang digunakan harus benar dan tepat. Namun jika prosedur yang Anda lakukan tidak sesuai, suntik jerawat malah bisa menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti munculnya bopeng.
Prosedur ini juga aman dilakukan di bagian tubuh selain wajah, asalkan jenis jerawatnya seperti yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, tak ada batasan usia untuk melakukan prosedur ini. Anda harus memastikan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan suntik jerawat.
Sebagai catatan penting, suntik jerawat bukan untuk mengobati jerawatnya, melainkan mengatasi reaksi radang hebat yang sedang terjadi. Oleh karena itu, suntik jerawat dilakukan jika memang diperlukan saja, bukan prosedur rutin yang dapat dilakukan setiap kali wajah jerawatan. Pengobatan pun tetap harus dikombinasikan dengan perawatan jerawat lain seperti penggunaan krim jerawat ataupun obat minum.
Efek samping dari suntik jerawat pada dasarnya sama dengan prosedur suntik lainnya, yaitu nyeri dan kemerahan di area suntikan. Pasien juga mungkin mengalami reaksi alergi apabila sensitif terhadap obat-obatan steroid. Kalau sudah begini, segera konsultasikan kembali kepada dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan lebih lanjut.
Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah munculnya bopeng atau atrofi, yakni penyusutan jaringan otot atau kulit pada area bekas suntikan. Namun, efek samping ini umumnya terjadi jika prosedur ini bukan ditangani dokter Sp.KK dengan dosis dan cara penyuntikkan yang tidak tepat, sehingga membuat kulit menjadi rusak.
Baca Juga: Atasi Sederet Masalah Kulit, Ini 4 Manfaat Petroleum Jelly
Lalu, apa saja pantangan yang harus dihindari sebelum dan sesudah melakukan prosedur ini?
Sebenarnya tidak ada pantangan yang berarti. Namun, ini lebih ditekankan pada perubahan gaya hidup seperti rutin merawat wajah dan menghindari segala jenis makanan penyebab jerawat, seperti hidangan berminyak dan produk susu. Dengan begitu, manfaat suntik jerawat akan bisa dirasakan secara lebih optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman