Suara.com - Tempest Tours bukanlah sembarang komunitas, sebab para pencari adrenalin ini kerap menantang maut demi berburu badai.
Ya, sekumpulan wisatawan yang tergabung di dalamnya rela merogoh kocek puluhan juta rupiah demi mengejar badai bersama para pemburu badai kawakan.
Menggunakan radar pencari badai, mereka mencari letak keberadaan badai terganas di dunia. Salah satunya, Tornado Alley.
Menumpangi mobil van, para pemburu badai berkendara, mengelilingi arus putar badai, berusaha sedekat mungkin demi menyimak atraksi berbahaya sang badai serupa mendatangi konser band pujaan.
"Jika badai serupa lelehan keju, aku akan mencelupkan biskuit ke dalamnya. Terdengar seperti fetish yang gila, bukan?" ujar Mike Worden, salah satu anggota Tempest Tours, seperti dikutip Suara.com dari VICE.
Para peserta tur, akan menyisir perjalanan selama seminggu penuh mengejar badai. Biasanya, tur akan diadakan pada musim puncak tornado yang berlangsung sedari akhir April hingga Juli.
Untuk mengikuti tur ini, para peserta harus rela merogoh kocek sekitar 3.500 dollar AS, atau setara Rp 48 juta.
Berminat?
Berita Terkait
-
Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!
-
Jember Fashion Carnaval 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan