Suara.com - Masuk Harvard, Mikha Tambayong Berbagi 5 Manfaat Gemar Membaca.
Mikha Tambayong diterima di Harvard University, kabar gembira yang tentu ia dapatkan bukan tanpa usaha dan kerja keras.
Dalam hal ini, menurutnya tidak ada yang instan karena berhasil diterima di universitas bergengsi dunia tersebut bisa ia dapatkan karena dari kecil ia sudah punya mimpi dan mengejarnya.
Ya, mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana Mikha Tambayong sangat mencintai buku, ia membaca buku setiap hari. Seperti ketergantungan, ia tak mau lepas dari membaca buku, di sela-sela kegiatan apapun.
Jadi masih tanya kenapa Mikha bisa pintar?
Dalam talkshow Taman Prestasi Sahabat Generasi Maju dalam rangka peringati Hari Anak, Mikha Tambayong sebagai narasumber berbagi manfaat membaca yang ia dapatkan.
Mikha Tambayong menuturkan gemar membacanya yang membawanya bisa perpengetahuan luas dan terus ingin tahu dan belajar hingga lulus Harvard. Berikut manfaat membaca yang ia bagikan pada peserta:
1. Mendapat Informasi
Menurutnya pengetahuan yang dibaca akan menjadi informasi baru, dan suatu saat hal-hal itu akan berguna. Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, semakin baik Anda menghadapi tantangan yang datang.
Baca Juga: Bantu Temukan Akomodasi Terbaik, Agoda Luncurkan Fitur Mix and Safe
2. Memperbanyak kosakata
Semakin banyak membaca, semakin banyak kata yang didapatkan. Ini membantu Anda berbicara dan mengekspresikan banyak hal dengan baik, sehingga sangat membantu dalam profesi apa pun. Selain itu, menyadari bahwa dapat berbicara dengan orang lain dengan rasa percaya diri bisa menjadi dorongan besar untuk kehidupan Anda.
"Mereka yang membaca dengan baik, akan berbicara dengan baik, dan memiliki pengetahuan luas tentang berbagai topik lho," katanya.
3. Memperbaiki memori
"Saat membaca buku, saya mengingat berbagai karakter, latar belakang, ambisi, maupun sejarah untuk memahami cerita. Memang ini terdengar sulit untuk diingat, tapi otak ketika diasah dengan membaca maka dengan menakjubkannya bisa mengingat hal-hal ini dengan relatif mudah."
4. Berpikir analitis
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan