Suara.com - Salah satu bentuk stimulasi yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan memperkenalkan dongeng sejak dini kepada anak.
Menurut psikolog klinis, dra. Ratih Ibrahim, M.M., mendongeng dapat mengembangkan daya imajinasi anak dan sebagai ekpresi emosinya.
"Mendongeng adalah sebuah proses stimulasi yang menyenangkan bagi si kecil, dan bermanfaat untuk mengembangkan daya imajinasi, kemampuan bahasa dan ekspresi emosi secara lebih baik," kata Ratih dalam acara peluncuran seri 'Dongeng Aku Dan Kau untuk Anak Unggul Indonesia' di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk urusan memilih buku bacaan bagi anak, Ratih mengimbau orangtua untuk selalu membaca peruntukkan usia yang biasa ditulis pada buku.
Buku untuk anak usia 0 sampai 2 tahun biasanya lebih banyak diisi oleh gambar-gambar berukuran besar, hanya berisi sedikit tulisan. "Buku biasanya bercerita lewat gambar dengan sedikit kata seperti suara hewan."
Untuk usia tiga tahun, kata akan lebjh banyak namun huruf masih dibuat besar-besar.
Buku untuk batita juga biasanya ada yang berisi warna-warna terang dan ada bagian mengenai pengenalan tekstur. "Itu stimulasi kognitif dan pancaindera. Usia lima tahun tulisan lebih banyak lagi," katanya lagi.
Jadi, jangan lupa bacakan dongeng buat si kecil setiap sebelum tidur, ya, Mom.
Baca Juga: Bak Negeri Dongeng, 4 Kota di Eropa Ini Punya Panorama Sureal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak