Suara.com - Mantan bintang porno, Mia Khalifa mengaku diancam akan dibunuh setelah syuting film menggunakan hijab.
Ia pun mencurahkan isi hati betapa beratnya berjuang hidup setelah dianggap tidak punya harga diri lagi.
Sebelum terkenal sebagai bintang film dewasa, Mia Khalifa merupakan gadis biasa. Dia adalah warga asli Lebanon yang beremigrasi ke AS bersama keluarganya sebagai mahasiswa jurusan sejarah di University of Texas.
Perempuan 26 tahun itu mengungkap hal apa yang memicunya masuk ke dalam industri film porno setelah lulus kuliah.
"Tidak ada alasan yang membuat seseorang boleh didiskriminasi, karena tidak punya harga diri. Latar belakang keluarga juga tidak bisa dijadikan alasan. Masuk ke industri film porno karena, saya tertarik dengan film itu. Bermian di film porno membuatnya merasa menarik.," kata Mia Khalifa saat diwawancara Stephen Sackur di BBC HARDtalk, dikutip dari Dailymail, Minggu (1/9/2019).
Semasa kecil Mia Khalifa merasa tidak menarik, sehingga tidak ada laki-laki yang melirik. Dia tidak pernah diperhatikan laki-laki.
Apalagi saat awal lulus kuliah ia sempat kehilangan berat badan secara drastis, sehingga ukuran payudaranya juga berkurang.
"Kemudian saya memperbesar payudara. Sejak itulah lelaki mulai memperhatikan. Saat ada lelaki yang mendekati saya tidak ingin kehilangannya lagi, sehingga saya selalu ingin memenuhi keinginannya," beber Mia Khalifa.
Mia Khalifa tidak suka dianggap sebagai korban. Dia juga tidak merasa seperti itu. Ia sudah membuat semua keputusan sendiri, termasuk saat ditawari bermain film porno.
"Saya bahkan tidak begitu ingat bagaimana rasanya memfilmkan aksi seks, karena adrenalinnya sangat tinggi pada saat itu. Saya sendiri kaget tentang keputusan yang bukan hanya mengubah hidupnya, tetapi juga menghancurkan hubungan dengan keluarga," katanya.
Baca Juga: Mia Khalifa Siap Dipersunting Chef Ganteng, Warganet Ucapkan Ini
Kini Mia Khalifa memainkan sebuah film dimana ia berperan sebagai sosok yang menggenakan hijab. Awalnya Mia takut dan bertanya kepada produser tentang risiko yang bakal dihadapinya. Tapi produsernya hanya tertawa.
"Kini saya diancam ingin dibunuh. Karena nama saya menjadi viral. Bintang seks yang bermain film berhijab. Banyak orang tidak suka, lalu mengancam," curhatnya.
Mia Khalifa merasa telah mendapat diskriminasi parah, karena orang-orang menganggap dirinya telah 'menghancurkan' dunia.
"Padahal ada banyak perempuan yang berhubungan seks di sana-sini. Tapi mereka tidak muncul di video. Sehingga tidak ada yang mengucilkan mereka. Sementara saya didiskriminasi bahkan ingin dibunuh," ungkap Mia Khalifa ketakutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Cara Membuat Passphrase Coretax Terbaru 2026, Ini Panduan Lengkapnya
-
Apa Beda Harta PPS dan Harta Investasi PPS di Coretax? Jangan Salah Isi!
-
Harga Lipstik Dior Terbaru 2026, Ini Daftar Lengkap dan Variannya
-
5 Rekomendasi Lip Tint yang Bagus dan Tahan Lama untuk Bibir Hitam
-
Cara Cek Bansos PKH Lewat HP dengan Mudah dan Terbaru 2026
-
Tutorial Aktivasi Coretax Terbaru 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
-
Hari Libur dan Tanggal Merah April 2026, Simak Strategi Cuti Long Weekend
-
5 Hair Cream untuk Menata Rambut Ikal dan Kering akibat Polusi Udara
-
Langkah Mudah Login Coretax DJP Gunakan NPWP 16 Digit dan NIK
-
4 Tempat Wisata Ramah Anak di Solo untuk Mengisi Waktu Libur Panjang