Suara.com - Halloween merupakan festival yang dilakukan untuk mengenang mereka yang sudah meninggal dan digelar setiap tanggal 31 Oktober.
Walau perayaan Halloween masih lebih dari satu bulan lamanya, atmosfer Halloween sudah dapat dirasakan di beberapa negara.
Di Amerika Serikat sendiri, Halloween identik dengan perayaan trick-or-treat serta berdandan menggunakan kostum hantu.
Namun, bukan cuma Amerika Serikat, negara-negara ini ternyata juga punya tradisi serupa Halloween mereka sendiri.
Melansir dari laman Mental Floss, inilah 7 negara yang punya tradisi serupa Halloween.
1. Samhain, Irlandia dan Skotlandia
Di Irlandia, ada tradisi Halloween modern yang diturunkan dari ritual Celtic dan Pagan serta festival bernama Samhain.
Rakyat Irlandia dan Skotlandia biasanya menyelenggarakan Halloween dengan api unggun, aneka permainan, dan makanan tradisional.
Salah satu makanan tersebut adalah kue buah yang berisi koin, cincin, atau kancing dan digunakan untuk meramal.
Baca Juga: Sambut Halloween, Skittles Ciptakan Permen Rasa Zombie Busuk
2. Day of Dracula, Romania
Romania dikenal sebagai rumah dan tempat asal drakula. Saking terkenalnya, banyak orang-orang di dunia yang datang kemari untuk merayakan Halloween.
Biasanya, perayaan Halloween dilakukan di Kastil Bran di Transylvania, Romania.
Selain itu, ada pula tur dan pemandu wisata khusus untuk acara Halloween di kastil milik sang drakula tersebut.
3. Kawasaki Halloween Parade, Jepang
Jepang punya cara sendiri untuk merayakan Halloween dalam bentuk parade.
Berita Terkait
-
Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Bernostalgia Lewat Lima Warna Musik
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta
-
Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga
-
Festival Momaya 2026 Tandai Berakhirnya Pengabdian KKN-PPM UGM di Kecamatan Biluhu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan