Suara.com - Dibully saat Hamil Muda seperti Shandy Aulia? Adakah Efeknya ke Janin?
Belum lama ini nama aktris Shandy Aulia ramai jadi perbincangan warganet bahkan menjadi trending topik di twitter. Nama Shandy mencuat usai menjadi bintang tamu di acara talkshow salah satu televisi swasta dengan tema Polusi Ruang Publik.
Sutradara John De Ranau yang jadi pembicara mengkritik pedas Shandy soal gaya berpakaiannya. Tidak hanya itu saja, beberapa kali di jagat sosial media instagram perempuan yang tengah hamil muda ini dibully, bahkan dengan kata-kata yang cukup kasar.
Meski terlihat mampu menghadapi saat dibully, bagaimana kondisi Shandy Aulia yang merupakan seorang ibu hamil, berbahayakah dampak bully untuk sang janin?
Psikolog Tiga Generasi Putu Andani, M.Psi menyebutkan bullying bisa memicu stres pada ibu hamil dan itu dapat berbahaya karena akan berpengaruh pada janin.
"Stres bisa darimana aja, kondisi si ibu hamil sendiri kondisinya cepat stres jadi cepat tersinggung, jadi kalau misalnya ada komentar nggak enak jadi melipat gandakan si stres. Mungkin ketika nggak hamil denger itu biasa aja, tapi ketika hamil jadi lebih sensitif," ujar Putu dalam acara edukasi Danone 'Bicara Gizi-Menghadapi Kehamilan Risiko Tinggi' di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019)
Saat stres menyerang, ibu hamil disebut Putu akan sulit untuk tidur, tidak nafsu makan, emosional berlebih dan parahnya janin akan merespon secara negatif, bahkan hingga janin lahir.
"Gejalanya macam-macam, kalau berlebihan, anaknya ketika lahir punya reaksi terhadap stres juga cukup negatif," tutur Putu
Beruntung respon negatif anak stres ini, dapat diperbaiki saat memasuki pola asuh yang dilakukan oleh ibu, untuk ditanamkan nilai-nilai positif melawan paparan respon negatif saat masih berada di kandungan.
Baca Juga: Shandy Aulia Ingin Olahraga Angkat Beban saat Hamil 5 Bulan, Ini Manfaatnya
"Karena stres kan di luar kendali, anak ini nanti setelah lahir akan masuk pengasuhan dari si ibu, yang akan membantu si anak untuk tumbuh lebih baik," ungkapnya.
Tidak hanya itu dalam mengelola stres, peran serta support sistem di sekitar ibu hamil juga sangat diperlukan. Seperti kepekaan suami untuk mengelola stres sang istri.
"Lagi-lagi stres itu sangat sulit dihindari, ibu-ibu hamil aja mudah stres, salah satu yang dilakukan kelola diri, dan minta bantuan kepada orang terdekat, tidak perlu pikirkan anak seperti ya apa nantinya, itu nanti dulu, tidak usah dipikirkan dulu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman