Suara.com - Saat menerima undangan ke resepsi pernikahan, normalnya kita akan menemukan alamat beserta denah tempat resepsi di dalamnya.
Namun, belum lama ini, warganet Indonesia sukses dibuat heboh dengan undangan resepsi pernikahan yang tidak biasa.
Bukan hanya mencantumkan nama tempat, undangan pernikahan yang satu ini juga dilengkapi dengan denah food stall atau stan makanan yang dapat ditemukan di dalamnya.
Undangan itu sendiri awalnya diunggah oleh akun @FOODFESS2 di media sosial Twitter, dan kini sudah menjadi viral serta banyak dibicarakan.
"Denah food stall nikahan berasa festival jajanan bango. Udaman banget kondangan di sini," tulis akun tersebut.
Ya, wajar saja jika denah stan makanan di undangan pernikahan ini membuat heboh.
Pasalnya, tampak beberapa merek ternama menghiasi denah tersebut dan sukses membuat iri warganet yang membaca.
Sebagai contoh, ada gerai kopi ternama Starbucks, donat Krispy Kreme, D'Crepes, hingga McDonalds yang tampak ikut meramaikan resepsi.
Tak hanya itu, restoran mahal Sushi Tei pun terlihat turut membuka stan bagi tamu-tamu resepsi yang nanti akan hadir.
Baca Juga: Viral di Facebook, Serbuan ke Area 51 Cuma Dihadiri Ratusan Orang
Namun, selain makanan-makanan dari sederet restoran terkenal, resepsi ini juga menghadirkan menu makanan Indonesia layaknya kambing guling, sate padang, soto betawi, mie ayam, hingga seblak dan kerak telor.
Belum lagi, jajanan seperti kue cubit, es krim, hingga popcorn dan permen kapas juga tampak berada dalam daftar.
Melihat menu makanan yang lengkap dan serba mahal itu, tak heran warganet langsung ramai mengomentari resepsi pernikahan ala sultan tersebut.
"Aku nikah mah ga perlu gini. Temen2ku aja yang pada gini biar aku makan gratis," doa salah satu warganet.
"SUSHI TEI JUGA MASUK BUSET."
"Anjir nikahan titisan raja dubai."
"Ini ngasih duit seratus limapuluh keknya masih mikir mikir ntar bikin malu apa tidak wkwk," tambah yang lain.
Wah, kira-kira siapa yang beruntung diundang ke resepsi pernikahan dengan menu prasmanan serba mahal dan lengkap ini, ya?
Berita Terkait
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi
-
Sebelum Ikut Tren, Ketahui 5 Cara Mengolah Kimpul agar Aman Dikonsumsi
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Starbucks Digerebek Polisi Usai Promosi Tank Day Hina Korban Tragedi Gwangju Korea Selatan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan