Suara.com - Berdasarkan parameter kualitas udara (Air Quality Index) yang mengukur kadar polutan di udara dari AirVisual, Jakarta menduduki peringkat ke-6 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Dan meski polusi bukan lagi jadi hal baru bagi kehidupan masyarakat kota metropolitan ini, kualitas udara yang kian memburuk perlu diperhatikan lantaran memiliki banyak dampak negatif pada kondisi kesehatan.
Selain memengaruhi pernapasan, akibat buruk polusi juga sangat berdampak ke kondisi kulit, terutama bagi mayoritas masyarakat ibukota yang beraktivitas menggunkan transportasi umum dan menggunakan makeup.
Archangela Chelsea, makeup artist (MUA) internasional, mengatakan selain menggunakan produk perawatan kulit yang dapat membantu mempertahankan kulit dari serangan radikal bebas, rutinitas pembersihan kulit memiliki peranan penting dalam mencegah penuaan dini dan meningkatkan sensitivitas kulit akibat paparan polusi ketika memakai makeup sehari-hari.
"Bagi yang menggunakan makeup untuk aktivitas outdoor, pasti akan mengalami paparan polusi udara. Saran saya, cukup pakai makeup tipis agar ringan di kulit. Sebab, kalau makeup tebal akan membuat kulit wajah terasa berat sehingga cepat kusam," kata Archangela Chelsea kepada Suara.com dalam Bincang Shopee bersama Ponds, Rabu (25/9/2019) di kawasan Jakarta Selatan.
Untuk membersihkan makeup, MUA yang kerap merias wajah-wajah bintang Hollywood ini menekankan untuk memakai double cleanser agar bekas makeup dan kotoran-kotoran yang menempel di wajah terangkat semua.
"Kalau tidak, risikonya akan muncul jerawat, pori-pori makin besar, dan komedo. Akibatnya saat memakai makeup hasilnya jadi tidak bagus. Jadi bersihkan wajah sebelum dan sesudah makeup untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit secara maksimal," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan