Suara.com - Wisata ke gunung biasanya identik dengan aktivitas mendaki. Namun, di Malang, ada wisata gunung yang juga menyediakan aneka wahana ekstrem.
Bertempat di Dusun Sumberpang Kidul, Desa Sumber Suko, Kecamatan Wagir, ada lokasi wisata alam yang bernama Gunung Katu.
Sedikit berbeda dengan wisata pegunungan lainnya, di sini wisatawan tak hanya dimanjakan dengan panorama alam yang masih asri di ketinggian 705 mdpl.
Alih-alih, para penggemar wisata ekstrem dapat menjajal aneka macam wahana yang disediakan di Gunung Katu.
Salah satu wahana tersebut adalah Extreme Swinger. Meski menantang nyali, wahana ini paling populer di kalangan wisatawan.
Naik Extreme Swinger, wisatawan akan diikat dengan tali dan alat pengaman, sebelum akhirnya berayun bebas di atas perbukitan terjal yang ada.
BACA JUGA: Vanessa Angel Main Ayunan, Kok Malah Warganet yang Deg-degan?
Selain itu, ada pula wahana seperti paralayang dan paramotor yang memungkinkan wisawatan untuk terbang di atas area Gunung Katu dan menikmati keindahan alam yang masih asri.
Gunung Katu memang terkenal dengan wahana ekstremnya. Namun, travelers yang takut ketinggian tak perlu khawatir.
Baca Juga: Berburu Foto Musim Gugur Di Hutan Jati Menggoro, Gunung Kidul
Selain wahana ekstrem, travelers juga bisa menikmati indahnya view sunrise dan sunset, duduk-duduk di teras bambu, hingga mencari spot berfoto keren.
Gunung Katu juga menyediakan fasilitas camping ground atau lahan berkemah, sehingga cocok bagi Anda yang ingin kabur melepas penat.
Untuk menuju Gunung Katu, travelers dapat pergi ke arah selatan kota Malang dengan menggunakan mobil atau motor selama kurang-lebih 40 menit saja.
Tertarik untuk berwisata kemari?
Berita Terkait
-
Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Helikopter Jatuh, Kepala Badan Intelijen Tewas dengan 5 Warga Amerika Serikat
-
4 Sepeda Gunung yang Nyaman di Aspal maupun Tanah, Tetap Ringan Dikayuh
-
Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Idgitaf Suarakan Keresahan soal Ketidakadilan di Panggung Cherrypop 2026: Kita Sudah Muak
-
Cara Menyimpan Resep dari TikTok dan Pinterest Paling Gampang
-
Urutan Pemakaian Moisturizer, Sunscreen, dan Skin Tint agar Tidak Geser
-
Berapa Biaya Laser Flek Hitam Pico Laser di Klinik Kecantikan? Ini Kisaran Harganya
-
Mencekam, 60 Jemaah Masjid Diculik Saat Salat, Dibawa Masuk ke Hutan
-
Cara Dapat Diskon Tiket Festival Mbois 2026 dari BRI
-
Wajah Auto Mulus! 5 Dark Spot Correcting Serum Ampuh Samarkan Noda Hitam
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Kerajaan Bisnis Haji Isam, dari Perusahaan Batu Bara dan Sawit hingga Pabrik Gula
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun