Foto / News
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Sejumlah wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Sejumlah wisatawan berfoto saat mengunjungi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Sejumlah wisatawan melintasi kawasan terdampak kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Mobil pengangkut wisatawan melintasi kawasan tersibak kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Kondisi pohon terdampak kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Foto udara wisatawan melintasi kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Kondisi kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]

Suara.com - Sejumlah wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Kawasan wisata Bromo kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup selama 13 hari akibat karhutla.

Kebakaran berdampak terhadap 1.121,66 hektare kawasan TNBTS. Penanganan dilakukan sejak 3 hingga 17 Agustus dengan melibatkan petugas gabungan, sebelum posko darurat resmi ditutup.

Sebelum dibuka, petugas melakukan pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pada hari pertama pembukaan, antusiasme wisatawan cukup tinggi. Akses wisata kembali dibuka melalui sejumlah jalur, termasuk Cemoro Lawang di Probolinggo serta jalur dari Malang, Lumajang, dan Pasuruan.

Meski kembali dibuka, wisatawan diminta menjaga kawasan dan segera melapor kepada petugas jika menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran. Kuota kunjungan juga tetap dibatasi maksimal 2.752 wisatawan per hari. [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]

Load More