Suara.com - Kawasan Indonesia Timur dikenal karena memiliki aneka panorama alam yang cantik dan masih jarang terjamah.
Salah satu wisata alam tersebut dapat ditemukan saat berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Kabupaten Dompu, Sumbawa.
Di sana, wisatawan dapat mengunjungi sebuah air terjun yang bernama Sadundu Pidu. Air terjun ini dikenal unik karena memiliki tujuh tingkatan.
Saat berkunjung kemari, wisatawan akan disambut dengan air terjun yang mengalir melalui tujuh undakan dan diapit tebing batu serta pepohonan.
Lokasinya yang tersembunyi membuat air terjun Sadundu Pidu cocok dijadikan surga untuk berelaksasi. Tak cuma bermain air, Sadundu Pidu juga cocok dijadikan spot penggemar fotografi.
Air terjun ini sendiri terbentuk secara alami. Di tiap undakan, Anda juga dapat menemukan kolam dengan kedalaman dan ukuran berbeda.
Kolam terbesar dan terluas dapat ditemukan di tingkat paling bawah, sementara kolam di tingkat teratas memiliki kedalaman yang dangkal dan cocok untuk anak-anak.
Sadundu Pidu sendiri bisa dikunjungi sepanjang tahun karena debit air di sini selalu terjaga dan tak pernah kering.
Meski pada musim kemarau debit air sedikit berkurang, namun keelokan dan kesejukan Sadundu Pidu tetap terjaga.
Baca Juga: Nusa Tenggara Barat Jadi Salah Satu Sentra Mangga di Indonesia
Untuk mengunjungi air terjun Sadundu Pidu ini, travelers bisa mengunjungi Desa Rora di Kecamatan Donggo, Kabupaten Dompu, NTB terlebih dahulu.
Dari sana, travelers tinggal berjalan kaki sekitar 15 menit menuju air terjun Sadundu Pidu.
Sementara untuk biaya masuk, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp 15.000 saja.
Nah, bagi Anda yang sedang berwisata ke Indonesia Timur tepatnya ke Nusa Tenggara Barat, jangan lupa mampir ke air terjun Sadundu Pidu ya!
Berita Terkait
-
Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia, Dukung Pergerakan Ekonomi
-
Megah! Pesona Indonesia Timur Siap Hipnotis Jakarta Lewat Alunan Orkestra
-
Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade
-
SNADA Indonesia 2026 Siap Digelar, Usung Tema Suara dan Nada dari Indonesia Timur
-
Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Kualitas Udara Pekanbaru Masih di Level Tidak Sehat
-
Bulog Gelontorkan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia
-
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
-
Backstreet Rookie: Rom-Com Ringan dengan Kisah tentang Penerimaan Diri
-
Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550
-
Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan
-
Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3 Persen Jadi Rp2.281,5 Triliun
-
Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah
-
Perbedaan Krim Malam vs Sleeping Mask vs Pelembap Biasa, Kenali Fungsi dan Manfaatnya
-
Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini