Suara.com - Hilangnya gairah seksual kerap dialami lelaki maupun perempuan. Gejala ini dikenal dengan istilah gangguan hasrat seksual hipoaktif atau disebut juga HSDD, salah satu bentuk disfungsi seksual yang paling umum.
Sebenarnya ada beragam sebab seseorang mengalami HSDD, misalnya saja stres, paparan bahan kimia, hingga asupan makanan. Dan, yang mungkin tidak kamu sadari, pekerjaan juga bisa jadi pemicu turunnya hasrat seksual, lho. Masa sih? Mengutip dari laman Boldsky, Senin (28/10/2019), ini dia 5 jenis pekerjaan yang patut diwaspadai terkait dengan penurunan hasrat seksual:
1. Tenaga kesehatan
Orang yang bekerja sebagai terapis, perawat, dokter, hingga orang yang menyaksikan kasus tragis hingga kematian, membuat mereka hidup dengan penuh tekanan setiap hari.
Tekanan inilah yang akhirnya membuat fungsi-fungsi penting tubuh, termasuk gairah seks, menjadi berkurang. Seperti diketahui, stres dapat melepaskan hormon kortisol dan epinefrin, yang jika laju pelepasannya cenderung tinggi, maka hal ini bisa mengurangi gairah seks.
2. Pekerja daur ulang
Paparan konstan pada barang barang bekas sangat berbahaya bagi kesehatan. Proses daur ulang membuat kita bersentuhan dengan bahan berbahaya lainnya, misalnya saja keracunan logam berat. Inilah yang bisa menyebabkan penurunan hasrat seksual, dan bahkan yang lebih parah, kehilangan gairah sama sekali.
3. Mekanik
Orang yang bekerja dengan mesin mobil dan bagian mesin lainnya cenderung memiliki gairah seks yang rendah karena kerap terpapar karsinogen. Karsinogen ini berdampak langsung pada hormon seks yang tergeser sehingga membuat libido menjadi rendah.
Baca Juga: Torpedo Kambing Bisa Tingkatkan Gairah Seksual, Mitos atau Fakta?
4. Penambang
Dalam suatu penelitian diungkap ada keterkaitan antara polutan dan dorongan seks. Knalpot yang membuang asap diesel dan partikel-partikel yang diproduksi di area tambang bisa memicu peradangan pada pembuluh darah dan membuat organ reproduksi kekurangan oksigen, sehingga memengaruhi kemampuan lelaki untuk terangsang.
5. Pengantar paket
Paparan panas tangki bensin di kendaraan roda dua ternyata juga bisa membahayakan organ seksual, termasuk menurunkan gairah seksual pada lelaki. Nah, sayangnya kendaraan roda dua ini sering dikendarai mereka yang berprofesi sebagai pengantar paket.
Dibenarkan memang kadar panas dari matahari bisa meningkatkan hasrat seksual. Tapi di sisi lain, panas yang berlebihan malah jadi bumerang dan membuat lelaki mengalami libido rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Dengan QRIS Tap di BRImo, Kini Naik Transjakarta Jadi Makin Mudah
-
Mudik Tanpa Emosi: Tips Jaga Kepala Tetap Dingin Selama Perjalanan Lebaran
-
Cara Sopan Memberikan THR kepada Saudara yang Lebih Tua, Anti Canggung
-
Raya in True Comfort: Inspirasi Padu Padan Gaya Lebaran Serasi ala Keluarga Selebriti
-
Lebaran Mewah di Tengah Kota! Cek "Paket Rahasia" Hotel Bintang 5 Jakarta Selatan Ini
-
Cara Cek CCTV Jalur Pantura Live, Pantau Arus Mudik Lebaran Secara Real-time
-
Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah, Penyempurna Ibadah sekaligus Mohon Ampunan
-
Promo Daging Superindo Jelang Lebaran, Diskon Gila-gilaan Harga Mulai Rp5 Ribuan
-
Malam Takbiran Idulfitri NU Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Hari Lebaran 2026
-
Peran Kompresor dan Oli dalam Menjaga Efisiensi Pendinginan