Suara.com - Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), di Kalimantan Timur, ternyata eksotis untuk dijelajahi. Budayanya kuat, bentangan alamnya memesona.
Air terjun, hutan yang alami, sungai hingga hamparan tebingnya sangat indah. Hal ini dipaparkan langsung oleh Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Bonifasius Belawan Geh, saat Festival Hudoq Cross Border 2019, Sabtu (26/10/2019).
"Mahakam Ulu (Mahulu) itu eksotik, menarik sebagai salah satu daerah kunjungan wisata. Daerah ini memiliki 13 air terjun besar dan kecil, tinggi dan rendah serta sejumlah keunggulan alam yang unik dan tidak terdapat di daerah lain," katanya.
Menurut Bonifasius, destinasi yang paling diunggulkan dari Mahulu adalah air terjun. Dari 13 air terjun yang ada, satu yang paling tinggi dan memiliki keunikan, yakni Air Terjun Keneheq.
Air terjun yang terletak di Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai ini, selain besar juga jatuhnya air tersebut langsung ke Sungai Mahakam. Hal ini membuatnya berbeda dengan air terjun di daerah lain yang tidak terjun ke badan sungai.
Mau melihat gugusan batu kapur yang indah, Mahulu pun memilikinya. Gugusannya berada tepat di sisi Sungai Mahakam. Panjangnya mencapai 800 meter, dengan ketinggian antara 100 hingga 200 meter. Hal ini membuatnya sangat cocok menjadi spot berburu sunset.
"Itu baru sebagian. Kita juga memiliki berbagai goa alami yang siap dijelajahi. Mau berarung jeram juga bisa. Riak-riak sungai yang kami miliki sangat menantang. Kalau bentangan hutan jangan ditanya lagi. Kabupaten kami berada tepat di jantung Borneo," papar Bonifasius.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenparekraf, Fahmizal pun ikut mengamini. Keberagaman destinasi yang dimiliki Mahulu sudah barang tentu akan terus dikembangkan Kemnparekraf.
Apalagi Mahakam Ulu adalah salah satu kawasan perbatasan darat yang secara geostrategic merupakan pintu gerbang dari Malaysia.
Baca Juga: Inovasi Produk Kehumasan Kemenparekraf Dipamerkan di SAIK 2019
"Potensi di Mahulu sudah siap secara alami, sehingga dalam pengembangannya tinggal menunggu komitmen pemerintah daerah, termasuk teknik mengemasnya agar daya tarik yang sudah ada makin menarik. Kalau Kemenparekraf sudah pasti akan terus mendorong pengembangannya. Salah satunya lewat Festival Hudoq Cross Border tahun 2019," katanya.
Terpisah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, pemerintah daerah akan mendapat manfaat besar jika memiliki komitmen dalam pembangunan sekaligus pengembangan pariwisata. Wisata merupakan sektor terus bisa dikembangkan dan dapat diperbarui, sekaligus merupakan cara tercepat membangun perekonomian daerah.
"Apa nggak hebat kita jika bisa memoles dan menarik wisatawan lebih banyak. Bayangkan kemampuan membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada dan banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara, kemudian dari sini berdampak pada sektor ekonomi lain seperti penjual makanan, minuman, maupun suvenir. Mari bersama kita membangun pariwisata di perbatasan," tutup Rizki.
Berita Terkait
-
Bekraf Aktif Lagi, Unggah Foto Kocak Triawan dan Wishnutama ala Gradient
-
Blusukan Medan Terjal, Demi Menikmati Pesona Air Terjun Tanggedu
-
Mencari Secercah Kedamaian di Air Terjun Manitan Bangkalan
-
Rute Menuju Air Terjun Kolam Jodoh, Serpihan Surga di Sumba Timur
-
Pesona Curug Cibeureum, Spot Trekking nan Menyegarkan di Cianjur
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana