- Flag football merupakan olahraga minim kontak fisik yang kini mulai populer di kalangan generasi muda Indonesia.
- Asosiasi American Football Indonesia berupaya memperluas ekosistem dan pembinaan atlet demi mencapai prestasi di ajang internasional.
- Ketua DPD RI mendukung pengembangan flag football agar dapat menjadi cabang olahraga berprestasi di tingkat nasional.
Suara.com - Tren olahraga di Indonesia terus berkembang, dan kini muncul satu cabang yang mulai mencuri perhatian komunitas anak muda: flag football. Olahraga yang populer di Amerika Serikat ini disebut-sebut punya kombinasi unik antara strategi, kecepatan, teamwork, dan gaya hidup aktif yang dekat dengan generasi muda.
Sekilas, flag football terlihat mirip American football. Bedanya, olahraga ini dimainkan tanpa kontak fisik keras seperti tackling. Untuk menghentikan lawan, pemain cukup menarik “flag” atau pita yang dipasang di pinggang lawan. Karena minim benturan, flag football dianggap lebih aman, inklusif, dan bisa dimainkan campuran pria maupun perempuan.
Di Amerika Serikat, flag football sudah berkembang menjadi olahraga populer di sekolah, kampus, hingga komunitas urban. Bahkan, popularitasnya terus meningkat karena dianggap lebih fun dan accessible dibanding American football konvensional. Olahraga ini juga mulai identik dengan gaya hidup aktif ala anak muda perkotaan yang suka olahraga kompetitif tapi tetap sosial dan fleksibel.
Selain melatih stamina dan kecepatan, flag football juga mengasah kemampuan komunikasi, strategi, fokus, dan kerja sama tim. Permainannya cepat, dinamis, dan penuh koordinasi, sehingga banyak digemari generasi muda yang mencari olahraga seru di luar tren mainstream seperti futsal atau basket.
Melihat tren global tersebut, Indonesia mulai ikut membangun komunitas flag football di berbagai daerah. Asosiasi American Football Indonesia (AAFI) bahkan terus memperluas pembinaan dan membangun ekosistem olahraga ini agar semakin dikenal masyarakat.
Langkah itu terlihat dari pertemuan AAFI dengan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin di Kantor DPD RI, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan flag football di Indonesia, termasuk pembentukan cabang organisasi di tingkat provinsi.
Dalam pertemuan itu hadir pula atlet nasional flag football Galih Gibran dan Kepala Bidang Pembentukan Tim Nasional AAFI, Afie Panigoro.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menilai flag football memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda.
“Flag football merupakan olahraga yang menarik, inklusif, dan memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Tentu ini menjadi hal positif yang perlu mendapatkan dukungan, pembinaan, dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Sultan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Olahraga, Kena Keringat Makin Wangi Harga di Bawah Rp100 Ribu
Menurutnya, kolaborasi antar komunitas dan daerah menjadi penting agar olahraga baru seperti flag football bisa berkembang lebih luas dan membuka peluang prestasi internasional bagi Indonesia.
Sementara itu, Afie Panigoro mengatakan pertumbuhan komunitas flag football di berbagai daerah menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Karena itu, AAFI ingin terus memperluas partisipasi anak muda sekaligus memperkuat pembinaan atlet nasional.
“Kami melihat pertumbuhan komunitas flag football di berbagai daerah berkembang cukup positif. Karena itu, kami berharap dapat terus mendapatkan arahan dan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat pembinaan, memperluas partisipasi anak muda, serta membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Afie.
Tak hanya membangun komunitas, AAFI juga punya target jangka panjang agar flag football bisa tampil di ajang olahraga nasional hingga regional seperti PON, SEA Games, dan Asian Games.
Saat ini, perkembangan Tim Nasional Flag Football Indonesia juga cukup menjanjikan. Tim nasional putra Indonesia berada di peringkat 4 Asia-Oceania, sementara tim putri menempati peringkat 5 Asia-Oceania. Indonesia juga berhasil menjadi juara pertama kategori co-ed competition pada ajang Hero Bowl di Wuhan, Tiongkok.
Sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28), flag football kini sedang tumbuh pesat secara global. Indonesia pun mulai bersiap agar olahraga baru ini tak sekadar menjadi tren sesaat, tetapi juga membuka ruang prestasi baru bagi generasi muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
5 Zodiak yang Dianggap Red Flag untuk Diajak Berteman dan Jalin Hubungan
-
4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah
-
Urutan Skincare Pagi Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya
-
Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907 Jadi Raksasa Baru Italia
-
5 Tanaman yang Tidak Boleh Ditanam di Depan Rumah Menurut Fengshui
-
Mineral Sunscreen untuk Kulit Apa? Cek 5 Pilihan dengan Perlindungan Maksimal
-
3 Rekomendasi Shampo Terbaik untuk Mengatasi Hairline Mundur: Rambut Tebal, Rontok Berkurang
-
5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasi Produk yang Waterproof