Suara.com - Terlanjur Mencintai Orang yang Salah, Apa yang Harus Dilakukan?
Mencintai orang yang salah bisa memberikan luka bagi diri Anda. Namun jika hubungan sudah terjalin, apa yang bisa dilakukan agar tidak terluka?
Penulis sekaligus pakar hubungan dan percintaan James Sama mengatakan tidak semua orang berhak mendapatkan cinta Anda. Prinsip ini adalah kunci utama untuk menghindari sakit hati.
Dalam tulisannya di The Minds Journal, Sama mengkritik masyarakat sekarang yang menurutnya terlalu 'baik'. Slogan bahwa semua orang berhak mendapatkan cinta membuat cinta diobral hinga tak ada lagi standar.
"Masalah dengan masyarakat yang mengajarkan semua orang sempurna seperti apa adanya mereka, hal itu tidak mendorong perbaikan atau perubahan. Tidak ada standar. Tidak ada keinginan untuk maju karena skenario saat ini baik-baik saja, bukan?" ujarnya.
Menurutnya, tidak semua orang pantas mendapatkan cinta Anda. Beberapa orang berbohong, curang, dan menyalahgunakan cinta yang Anda berikan.
Dan jika kita tidak berdiri dan memberi tahu mereka apa yang mereka lakukan salah, mereka tidak akan pernah mau berubah.
"Seperti seekor anjing yang bertingkah aneh dan terus menghadiahinya dengan hadiah, berharap suatu hari mereka akan mengerti bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima," tulis Sama lagi.
Dilanjutkannya, orang yang berusaha untuk berubah menjadi lebih baik adalah orang yang pantas mendapatkan cinta Anda. Orang-orang yang akan melakukan segalanya untuk Anda yang akan Anda lakukan untuk mereka dan tidak mengharapkan imbalan apa pun. Orang-orang yang akan merawat Anda seolah-olah Anda adalah perpanjangan dari diri mereka sendiri.
Baca Juga: Berburu Cinta di Pohon Jodoh Kepulauan Seribu
"Orang-orang yang berkompromi, berkorban, dan berjuang untuk Anda, mereka adalah orang-orang yang pantas mendapatkan cintamu," tambahnya lagi.
Kita tahu pasti akan ada orang yang berbicara tentang masalah psikologis dan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan orang. Sama mengatakan memang ada orang di luar sana yang memiliki masa kanak-kanak buruk atau pengalaman traumatis yang mempengaruhi mereka, dan itu tidak berarti mereka tidak layak mendapatkan cinta.
Berhentilah memberikan waktu, tubuh, dan yang terpenting - hati Anda, kepada orang-orang yang belum mendapatkannya. Naikkan standar yang Anda miliki untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.
"Naikkan standar Anda untuk apa yang Anda harapkan dari orang lain untuk memungkinkan mereka masuk ke dalam hidup Anda," tutupnya. [Aflaha Rizal]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana