Suara.com - Apa yang biasanya Anda lakukan sebelum check out dari kamar hotel?
Selain memastikan tidak ada barang yang tertinggal, tamu hotel yang baik biasanya diharapkan untuk tidak membiarkan sampah dan kotoran berserakan.
Hal ini tentunya dilakukan untuk mempermudah tugas karyawan hotel yang nantinya akan membersihkan kamar sebelum dipakai tamu lain.
Meski begitu, apakah Anda termasuk tamu hotel yang kerap merapikan seprai sebelum check out demi alasan kerapian?
Walau niatnya baik, merapikan seprai hotel sebelum check out ternyata tidak disarankan, lho. Hal ini diungkap oleh akun @tante.officially di Instagram lewat sebuah unggahan yang berisi tips menginap di hotel.
Dalam unggahan tersebut, seorang warganet dengan akun bernama Al Faidzin memberikan saran untuk tidak merapikan seprai saat menginap di hotel.
Sebaliknya, warganet ini menyarankan agar seprai dibuat berantakan dan dilepas sekalian. Bukan tanpa alasan, hal ini rupanya malah akan membantu karyawan hotel dalam berbenah.
"Dengan cara ini kita justru memudahkan petugas untuk mengganti seprai yang sudah terpakai. Jadi mereka tinggal masukin ke keranjang, lalu pasang seprai baru."
Tak hanya itu, warganet ini juga menambahkan jika meninggalkan seprai dalam keadaan berantakan dapat membantu untuk menghindari oknum nakal yang malas mengganti seprai.
Baca Juga: Wow, Cartoon Network Hotel Ini Siap Ramaikan Liburan Keluarga Anda
Akun Al Faidzin sendiri mengaku jika dirinya pernah kerja di hotel.
Menurutnya, ada karyawan hotel yang kadang tak mau mengganti seprai jika seprai tersebut masih terlihat bagus dan rapi.
Padahal, seprai yang sudah ditiduri tamu hotel bisa saja mengandung kuman atau bakteri hingga menularkan penyakit, terutama penyakit kulit.
Tak hanya seprai, tamu hotel pun juga disarankan untuk melepas sarung bantal dan menggulungnya bersama seprai, lantas menaruhnya di atas tempat tidur seperti contoh dalam gambar.
Nah, mulai sekarang, jangan lupa untuk tetap membiarkan seprai hotel dalam keadaan berantakan sebelum check out, ya.
Berita Terkait
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Hotel Murah Dekat Pelabuhan Ketapang, Pilihan Nyaman untuk Transit
-
Hotel Baru Hadir di Bali Selatan, Tawarkan Konsep Menginap Modern dan Berorientasi Wellness
-
Sambut Hari Jadi ke-64, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Hadirkan Adi Karta
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur
-
Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri
-
Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter
-
6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara
-
Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI
-
Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan