Suara.com - Ada satu desa yang wajib dikunjungi saat tengah traveling ke Sumatra Barat. Terletak di lereng Gunung Marapi, desa ini disebut-sebut sebagai salah satu desa terindah di dunia.
Nama desa tersebut adalah Desa Pariangan atau yang dikenal juga sebagai Nagari Pariangan. Menurut laman Travel Budget, kecantikan desa ini mampu bersanding dengan desa di luar negeri seperti desa Eze di Prancis dan desa Wengen di Swiss.
Nagari Pariangan merupakan desa yang berada di ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Desa ini tepatnya berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.
Di Nagari Pariangan, travelers bisa menemukan rumah-rumah gadang atau rumah tradisional Minangkabau yang menjadi ciri khas desa.
Selain itu, ada juga masjid tertua di desa ini yang konon sudah berdiri sejak abad ke-19 silam dan dikenal dengan nama Masjid Ishlah.
Nagari Pariangan memang merupakan desa kuno sekaligus desa tertua di daerah Minangkabau.
Dari desa ini pulalah, lahir sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau yang disebut dengan nagari.
Tak cuma kaya akan sejarah dan budaya, Nagari Pariangan ini juga memiliki udara yang masih sejuk dan bersih.
Sementara, panorama pegunungan dan sawah yang membentang di sekitar Nagari Pariangan juga siap untuk memanjakan mata travelers.
Baca Juga: Panoramanya Memukau, Inilah SPBU Terindah di Indonesia
Untuk mencapai Nagari Pariangan sendiri, travelers harus melalui perjalanan sekitar 95 kilometer dari Kota Padang atau 35 kilometer dari Bukittinggi.
Sejak dinobatkan menjadi salah satu desa terindah, tidak bisa dipungkiri jika Nagari Pariangan pun kian ramai oleh turis yang penasaran.
Apa Anda juga penasaran ingin mengunjungi desa terindah di dunia yang berada di Indonesia ini?
Berita Terkait
-
Kang Edai, Penjaga Denting Lesung Kemiren
-
Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?
-
POV Mahasiswa: Menjadi Agent of Change dari Bli Nyoman Desa Sejahtera Astra
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Ole Romeny Dijatuhi Sanksi Berat KNVB, Fortuna Sittard Lepas Tangan
-
Enam Perusahaan Kena Sanksi, 1.511 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan
-
Dari Tepian Barito ke Atap Warga: Jeritan Bekantan yang Kehilangan Habitat
-
Pekan Ini! Hasil Lab Forensik Sutrimo Keluar, Akankah Polisi Tetapkan Tersangka?
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Kecanduan Judi Slot, Pria di Pacitan Gask Emas Rp350 Juta Milik Lansia Saat Ditinggal Kondangan
-
5 Aturan Feng Shui untuk Rumah Posisi Hook di Perumahan Modern agar Hoki dan Harmonis
-
4 Shio yang Diprediksi Akan Hidup Lebih Baik Mulai 25 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas
-
Alam Cahayo Tuah Nagori Cerenti Jadi Juara Festival Pacu Jalur 2026