Tekno / Tekno
Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:48 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria. [Dok. Komdigi]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menyatakan fokus digitalisasi UMKM nasional bergeser menuju tahap produktif dan kompetitif di Jakarta.
  • Wamen Komdigi Nezar Patria menilai penetrasi internet 80,6 persen harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas pasar.
  • Transformasi digital diharapkan mampu membawa UMKM naik kelas dan menembus pasar global melalui pemanfaatan ekosistem yang terhubung.

Suara.com - Digitalisasi UMKM di Indonesia memasuki tahap baru. Pemerintah menilai pelaku usaha tidak lagi cukup hanya memiliki akses internet atau masuk ke platform digital, tetapi harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengatakan penetrasi internet nasional yang telah mencapai 80,6 persen membuat fokus pemerintah perlu bergeser dari sekadar mendorong UMKM go digital menjadi go produktif dan go kompetitif.

“Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif,” ujar Nezar dalam Gala Dinner dan Serah Terima Amanah (SERTINAH) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Nezar, perkembangan konektivitas harus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Teknologi digital seharusnya tidak berhenti pada kemampuan UMKM membuka toko daring, menggunakan media sosial, atau masuk ke marketplace.

Lebih jauh, platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu UMKM naik kelas.

“Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya go produktif dan go kompetitif melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah go global juga,” katanya.

Ilustrasi UMKM. (Ist)

Tantangan Baru Setelah UMKM Go Digital

Pergeseran fokus tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama digitalisasi UMKM kini bukan lagi sekadar konektivitas.

Ketika semakin banyak masyarakat terhubung internet, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi benar-benar digunakan untuk menciptakan nilai ekonomi. UMKM perlu mampu memanfaatkan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

Baca Juga: 16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan

Nezar juga menilai peningkatan daya saing tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Ekosistem bisnis yang saling terhubung diperlukan agar pelaku UMKM dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, hingga peluang usaha.

Karena itu, ia mendorong komunitas seperti TDA untuk terus memperkuat jejaring antarpelaku usaha.

Bagi pemerintah, transformasi digital UMKM pada akhirnya bukan sekadar soal berapa banyak usaha yang sudah online, melainkan seberapa jauh teknologi mampu membuat bisnis menjadi lebih produktif, kompetitif, dan bahkan menembus pasar global.

Load More