Suara.com - Perayaan Hari Natal tinggal hitungan hari, semua orang telah bersiap tak terkecuali bagi masyarakat Batak Toba. Tahukah travelers, bahwa masyarakat Batak Toba memiliki tradisi Natal yang serupa dengan kurban saat Idul Adha?
Nah, tradisi menyembelih hewan ternak ini kerap disebut warga masyarakat sekitar dengan marbinda. Tradisi ini sekilas sangat mirip dengan yang dilakukan oleh umat Muslim ketika Idul Adha tiba lho.
Umumnya, hewan yang disembelih untuk tradisi marbinda ini bermacam-macam travelers, mulai dari kerbau, babi hingga sapi.
Menariknya lagi, usai disembelih, daging dari tradisi marbinda ini nantinya akan dibagi-bagikan lho.
Sebelum melakukan tradisi marbinda ini, terlebih dahulu masyarakat Batak Toba melakukan penggalangan dana atau donasi.
Kerbau dan sapi sendiri dipilih ketika dana yang terkumpul dari masyarakat jumlahnya banyak.
Sedangkan babi menjadi hewan disembelih saat perayaan marbinda jika dana yang terkumpul dari masyarakat jumlahnya terbatas.
Bukan tanpa alasan, tradisi marbinda ini dilakukan sebagai simbool kekeluargaan dan untuk menguatkan silaturahmi satu sama lain serta demi memaknai sukacita Natal.
Filosofi kebersamaan inilah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Batak Toba, di mana mereka nantinya bisa merasakan makanan dari sumber yang sama secara bersama-sama.
Baca Juga: Meski Demam Tinggi, Agnez Mo Tampil Memukau di Konser Natal
Pelaksanaan dari marbinda ini juga sangat mirip dengan tradisi kurban saat Idul Adha.
Di mana masyarakat Batak Toba gotong royong dan berbagi tugas, ada yang menyembelih hewan ternak, membagikan daging hingga melakukan pemotongan.
Wah, menarik sekali ya tradisi marbinda ini? Bagaimana dengan perayaan Natal di Daerah Anda, adakah yang serupa?
Berita Terkait
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon