Suara.com - 6 Turis Ditangkap Gara-gara BAB Sembarangan di Situs UNESCO, Kebelet?
Bukan lagi rahasia, pengunjung objek wisata terkadang membuat suatu destinasi jadi tercemar karena sampah. Namun, kali ini di Machu Picchu, wisatawan kelewatan berani buang air besar (BAB) di situs reruntuhan peninggalan suku Inca yang terletak di Peru, Amerika Selatan.
Hal itu membuat objek wisata ini kini semakin memperketat aturan bagi para turis yang hendak berkunjung.
Sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia UNESCO, tak heran jika otoritas setempat berusaha untuk melindungi reruntuhan di Pegunungan Andes tersebut dari kerusakan dan overtourism.
Baru-baru ini pihak berwenang menangkap 6 turis yang melakukan ulah jorok berupa buang air sembarangan di Machu Picchu dilansir dari Guideku.
Bagaimana tidak, keenam turis tersebut ditangkap karena telah BAB sembarangan saat berada di area reruntuhan.
Melansir dari laman CNN Travel, keenam turis tersebut terdiri dari empat orang laki-laki dan dua perempuan. Saat itu, mereka tengah memasuki area Kuil Matahari yang dibangun suku Inca untuk melakukan upacara ritual.
Keenam turis tersebut lantas diketahui melakukan aksi yang merusak dinding di area situs. Selain itu, kotoran feses mereka juga ditemukan di dalam kuil.
Menurut Darwin Baca Leon, walikota distrik Machupicchu, keenam turis tersebut langsung ditangkap karena telah "menyerang" alias BAB di peninggalan budaya.
Baca Juga: Selamat! Pencak Silat Masuk Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO
Dikabarkan pula, 6 turis tadi berasal dari empat kewarganegaraan berbeda yaitu Argentina, Brasil, Chile, dan Perancis. Sementara, umur mereka berada dalam rentang 20-32 tahun.
Ini bukan pertama kalinya ulah buruk turis terjadi di situs Machu Picchu yang dibangun sejak abad ke-15 silam.
Pada tahun 2014 lalu, aksi turis berfoto telanjang di Machu Picchu sempat menjadi tren. Bagaimana menurut Anda, apakah wisatawan ini memang layak ditangkap?
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung