Suara.com - Bagi mereka yang hidup di hiruk-pikuk perkotaan, seringkali merindukan suasana tenang, tentram, menikmati angin semilir khas pegunungan, ditambah sajian makan khas daerah tersebut. Ah, membayangkannya saja sudah bikin perut keroncongan.
Tapi, bingung dimana dan mau kemana? Nah, kamu bisa mengunjungi Cafe Sawah, sebuah tempat makan yang menjanjikan sejuknya semilir angin di kaki bukit pegunungan Pujon Kidul, atau tepatnya di Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Makan tidak hanya sekedar makan, suasana dan pemandangan cantik juga membuat kita betah berlama-lama di sini. Spot foto menarik juga membuat kita tidak akan kehabisan stok foto untuk dipajang di media sosial.
Beragam sajian makanan juga disajikan di tempat ini dari mulai camilan, minuman ringan, kopi, hingga makanan berat. Nah, khusus untuk makanan berat di sini disajikan secara prasmanan loh.
Uniknya lagi, semua makanan yang disajikan merupakan hasil perkebunan warga, dari mulai nasi jagung, bakwan jagung, telur ceplok, mendol tempe, mendol kentang, oseng manisah, urap-urap, sambal klotok, hingga ayam bumbu bali. Semuanya diolah dari hasil perkebunan dan peternakan warga sekitar, jadi dijamin fresh.
Karena diambil secara prasmanan, maka harganya juga akan mengikuti apa yang kita ambil dalam satu piring nasi. Adapun harganya nasi dan lauk pauknya berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 8.000 untuk sepotong ayam krispy. Jadi, makanmu bisa sesuai budget.
Nah, untuk minumnya, di tempat makanan berat di sediakan teh manis panas dan dingin, juga ada es jeruk yang kita tuang sendiri ke gelas. Setelah memastikan apa yang kita ambil, barulah dibawa ke kasir untuk dibayar.
Untuk makanan beratnya, rasanya cukup legit. Jika biasanya makanan di tanah Jawa cenderung manis, tapi di Cafe Sawah disajikan dengan rasa yang pas, dan sambal klotoknya yang pedas. Apalagi nasi jagungnya, bikin yang makan jadi cepat kenyang, membuat kamu jadi enggan jajan lebih banyak.
Baca Juga: Ke Alun-alun Wisata Batu Malang? Ini Makanan yang Harus Dicoba!
Sedangkan untuk makanan kecil, seperti camilan dan minuman ringan hingga kopi ala barista, kita bisa memesannya langsung kepada pelayan yang hilir mudik di area cafe sawah. Jangan lupa minta mereka membawa menunya ya.
Berkonsep Desa Wisata
Oh iya, karena tempat ini berkonsep desa wisata, maka masuk tempat ini harus membayar tiket masuk Rp 8.000 per orang dengan tiket parkir motor Rp 5.000. Dari tiket masuk itu, per orang akan mendapat voucher sebesar Rp 5.000 yang bisa ditukarkan sebagai potongan di tempat makan, hingga digunakan membeli penganan oleh-oleh khas Desa Pujonkidul.
"Kita tidak terbiasa dengan hal-hal baru, sama ketika ngomong tentang wisata, wisata yang ber-mindset di pikiran kami adalah wisata buatan, contoh Jatim Park. Sedangkan desa, dana darimana dapat hal-hal seperti itu. Tapi ternyata konsep wisata yang dibikin seperti ini jauh dari hal-hal seperti itu, yang kita jual adalah kearifan lokal," ujar Samsul Hadi, Ketua POKDARWIS, Kelompok Sadar Wisata Desa Pujon Kidul di Cafe Sawah kepada Suara.com beberapa waktu lalu.
Lokasi ini sudah dibuka sejal pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Dan bagi yang ingin menikmati senja, pemandangan terbagus di tempat ini adalah sore hari antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Tak habis pikir juga, semua pelayan, tenaga kerja, hingga penjual makanan oleh-oleh di tempat ini adalah warga asli Pujonkidul, dan Cafe Sawah tidak terima tenaga kerja dari luar. Begitu juga dengan buah tangan seperti apel Malang, hingga makanan yang diperjualbelikan adalah hasil bumi di desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong
-
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing
-
Apa Bedanya Jumat Agung dan Paskah? Bukan Hari Biasa, Ini Maknanya
-
6 Shio Paling Hoki pada 3 April 2026, Siapa Saja yang Beruntung Besok?
-
3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu
-
Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?
-
Skincare Glad2Glow untuk Umur Berapa? Cek Panduan Lengkapnya di Sini
-
5 Bedak Murah yang Bagus dan Aman: Cocok untuk Sehari-hari, Mulai Rp20 Ribuan
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget