Suara.com - Anda mungkin masih ingat, 17 tahun lalu, gerai roti BreadTalk menjadi perbincangan karena outlet pertamanya di Mal Kelapa Gading dipenuhi orang-orang yang mengantri mengular demi membeli roti abon atau Flosss-nya yang terkenal itu.
Saat itu, pemandangan orang mengantri demi membeli makanan belumlah lazim ditemui di Indonesia. Begitu juga dengan konsep dapur terbuka yang diusung BreadTalk, di mana pengunjung dan orang lewat bisa melihat secara langsung proses pembuatan roti, serta menikmati aroma harum roti yang menguar ketika baru dikeluarkan dari oven.
Dan kini 17 tahun kemudian, BreadTalk pun semakin berkembang menjadi hampir 200 gerai dan merayakan ulang tahunnya dengan “Sweet 17 BreadTalk Journey!” sembari bernostalgia tentang 17 varian roti favorit para pelanggan setia selama perjalanan 17 tahun ini. Ini dia.
Fire Flosss dan C’s Flosss, roti manis dengan topping abon ayam asin dan pedas yang diluncurkan pertama kali di tahun 2003 ini telah menjadi salah satu produk signature dan best seller sekaligus dari BreadTalk Indonesia.
D’Diva, roti lembut dengan potongan sosis dan mayones.
Blueberry Rocky, roti manis dengan selai blueberry di bagian tengahnya.
BinoQ Fire, roti lembut dengan perpaduan antara sosis didalam dan taburan abon ayam pedas di bagian atasnya.
Coffee Uno, diluncurkan tahun 2005 dan langsung menjadi kesukaan banyak pelanggan hingga saat ini.
Flosss n Roll, roti gulung bertabur abon ayam pedas yang diperkenalkan tahun 2005, dan masih disukai hingga sekarang.
Choco Lava, roti dengan isian coklat leleh yang membuat pelanggan tidak pernah bosan menikmatinya.
Baca Juga: Pie Susu Teflon dan Roti Kukus Srikaya, Tren Kuliner Awal Tahun 2020
Banana Lekker, roti manis dengan isian pisang coklat dan taburan keju di atasnya, dan menjadi favorit mulai dari anak-anak sampai orang tua.
New Cheese Boat, roti dengan lelehan keju parmesan dan taburan daun parsley yang berbentuk seperti kapal. Penah mengalami perubahan bentuk di tahun 2017, tapi tetap selalu menjadi favorit bagi para penggemar keju.
Lucky Red Bean, roti manis isi kacang merah dan taburan wijen hitam yang diluncurkan pada momen Imlek tahun 2014.
Double Cheese, roti dengan filling cream cheese dan toping keju slice yang dipanggang.
Say Cheese, roti keju yang berbeda dari beberapa roti keju sebelumnya, karena kelembutannya dan tambahan butter spesial serta taburan keju parut yang membuat roti ini sangat lezat.
Choco Mesyes, roti manis yang berisi cream chocolate ganache dan taburan coklat meyses di atasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard