Lifestyle / Komunitas
Minggu, 15 Maret 2020 | 06:30 WIB
Tes Kepribadian: Wajah Mana yang Paling Menakutkan?

3. Katatonik

Anda dipandang sebagai orang yang cerdas, dengan pikiran yang terlampau aktif. Karena keaktifan itu Anda jadi menahan, sehingga cenderung patuh, dan terhalangi oleh berbagai aturan.

Mirisnya, Anda juga tidak menyadari kebutuhan fisik dan emosional diri Anda, sehinga selalu merasa putus asa dan hilang kendali.

4. Skizofrenia

Jika memilih perempuan ini, itu artinya Anda berusaha menekan sifat apatis, dan malah berjuang untuk bisa menjalin hubungan dengan orang lain.

Sebagai balasannya, Anda dikategorikan sebagai orang yang mudah bergaul, senang menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Dalam arti tertentu, ini hanya cara Anda untuk menutupi rasa kesepian dan keterasingan.

5. Histeris

Anda mungkin terlihat seperti mencari perhatian, juga sering diminta untuk tidak pamer oleh orang yang lebih dewasa dan teman sebaya. Jadi, dipastikan Anda adalah orang yang tulus.

Padahal jauh di dalam lubuk hati, Anda sangat suka menjadi pusat perhatian dan mempesona orang lain. Anda juga orang yang sangat memperhatikan detail.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Teh Favorit Ungkap Kepribadian Anda yang Sesungguhnya

6. Depresif

Sekilas memang Anda terlihat bahagia dan ceria, seolah Anda tidak punya masalah di dunia. Tapi jauh di dalam lubuk hati Anda, sering merasa tidak berharga, bahkan cenderung membenci diri sendiri dan merasa bersalah.

Gambar ini menunjukkan bukan berarti Anda orang yang depresi, akan tetapi itu artinya Anda cenderung punya emosi negatif.

7. Maniak

Anda orang yang logis, dewasa, dan seimbang. Anda bukan orang yang menyukai kekacauan maupun emosi yang berlebihan. Anda mungkin juga kesal ketika mereka egois dan keras kepala.

Padahal jauh di dalam lubuk hati, Anda adalah orang yang impulsif dengan berbagai tantangan dan rintangan yang ekstrem.

8. Disociative Identity Disorder

Sebagai seorang anak, Anda mungkin pernah diintimidasi, difitnah, atau trauma pada orangtua, guru, atau anggota keluarga lainnya. Trauma ini kemudian membuat Anda mempertanyakan diri sendiri sebagai pasangan seksual.

Kini, Anda memang mendorong peran gender secara umum. Menjadi macho seperti laki-laki, atau mendorong feminitas sebagai seorang perempuan. Tapi sayangnya, Anda termasuk orang yang merendahkan orang lain berdasarkan jenis kelaminnya.

Load More