Suara.com - Di antara hal negatif, pasti akan ada hal positif yang ditemukan. Seperti masa pandemi Covid-19 saat ini, di saat manusia dibatasi pergerakannya dengan phsycal distancing. Hal ini nampaknya membuat hewan-hewan yang nyaris punah bisa kembali bertahan.
Salah satunya adalah bayi penyu belimbing yang banyak bermunculan di salah satu pantai Thailand. Pecinta lingkungan menemukan 11 sarang penyu belimbing atau dermochelys coriacea sejak November lalu. Ini adalah jumlah terbesar selama dua dekade berlalu.
Tidak hanya di Thailand, di Pantai Juno Florida sepanjang 15,5 mil atau setara 15 kilometer, para peneliti kehidupan laut menemukan 76 sarang penyu belimbing. Itu artinya jumlah ini meningkat signifikan dibanding dengan jumlah sarang pada tahun lalu.
Penutupan pantai dan perintah berdiam diri di rumah telah secara tidak sengaja membuat banyak penduduk setempat, turis, dan pemburu hewan gelap menjauh dari sarang penyu belimbing sehingga mereka bisa leluasa menetaskan telurnya.
"Ini adalah pertanda yang sangat baik bagi kami karena sebelumnya banyak area penetasan telah dihancurkan oleh manusia," ungkap Kongkiat Kittiwatanawong, Direktur Pusat Biologi Kelautan Phuket Thailand.
Penyu belimbing sendiri adalah binatang langka. Para konservasionis tidak menemukan sarang mereka dalam lima tahun terakhir. Penyu-penyu ini juga dihadapkan pada ancaman jaring, polusi, perubahan iklim, dan cuaca buruk.
Penyu belimbing merupakan penyu terbesar yang pernah hidup. Mereka bisa hidup di seluruh wilayah dunia, terkecuali wilayah kutub utara, di mana mereka menyelam jauh ke bawah air untuk bermigrasi ke daerah yang lebih panas untuk tempat mereka bersarang dan memakan ubur-ubur.
Dalam sekali reproduksi, betina dewasa dapat bertelur 3 hingga 10 kali, yang menghasilkan 60 hingga 90 telur. Namun sebagian besar betina harus menunggu 2 tahun atau lebih sebelum bisa reproduksi, dan sayangnya hanya ada satu dari 1000 bayi penyu yang bisa bertahan hidup. Jadi, terbayang kan betapa sulitnya bagi penyu belimbing untuk berkembang biak?
Baca Juga: Melihat Hewan Langka di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti Sumba
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Ramalan Zodiak Besok 5 Februari 2026, Siapa Saja yang Diprediksi Paling Hoki?
-
Kapan Mulai Cuti Bersama Lebaran 2026? Ini Aturan Resminya
-
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
-
5 Ide Kado Valentine untuk Suami atau Istri, Bikin Hubungan Makin Harmonis
-
5 Shio Paling Mujur dan Hoki Besok 5 Februari 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk!
-
Urutan Skincare Malam untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Tetap Kencang
-
Tempat Curhat Ternyaman, Ini 6 Zodiak yang Dikenal Paling Jago Jadi Pendengar
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Trik Skin Prep agar Foundation Tidak Cakey di Kulit Bertekstur, Rahasia Makeup Mulus Seharian!
-
5 Body Mist Supermarket yang Aromanya Mirip Parfum Jutaan Rupiah