Suara.com - Jangan Tergiur Kosmetik Murah, Krim Racikan Dokter Tidak Dijual Bebas!
Klaim krim wajah bisa memutihkan kulit dalam waktu singkat memang menggiurkan. Biasanya produk perawatan kulit itu menjanjikan hanya butuh waktu beberapa hari atau minggu untuk mendapatkan kulit putih dan mulus.
Klaim yang terlalu menjanjikan itu umumnya ada pada produk kosmetik yang dijual bebas di pasaran tanpa ada nomor registrasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tak jarang, pada produk bahkan ditambahkan embel-embel 'racikan dokter'.
Lalu, apa kata dokter kulit tentang fenomena penjualan krim racikan dokter ini?
"Sebaiknya jangan dipakai. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming racikan dokter karena kalau benar-benar racikan dokter tidak akan dijual bebas," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Listya Paramita dalam kelas online 'Cantik Maksimal' bersama MedClass, Minggu (3/5/2020).
Ia menjelaskan bahwa krim perawatan wajah racikan dokter hanya boleh digunakan oleh pasien yang telah melakukan konsultasi dan disesuai dengan keluhannya. Sehingga tidak boleh diperjualbelikan karena setiap orang pasti memiliki masalah kulit berbeda.
"Krim racikan dokter harus dikeluarkan oleh dokter yang sudah memeriksa pasien tersebut. Dokter akan membuat resep kemudian diserahkan ke bagian farmasi untuk disiapkan dalam bentuk produk. Resep yang dibuat gak boleh dipindahtangankan ke orang lain," paparnya.
Kalau pun dokter berniat racikannya secara luas, kata Listya, harus didaftarkan lebih dul ke BPOM. Setelah itu produk tidak akan menjadi racikan dokter, melainkan formula untuk bisa dijual bebas.
Listya mengingatkan jangan mudah percaya dengan produk kosmetik yang memberi klaim terlalu menjanjikan meski pun pada kemasan dituliskan telah melakui hasil laboratorium.
Baca Juga: Bikin Cemas, Bisakah Virus Covid-19 Hidup di Produk Kosmetik?
"Gak ada yang bisa menjamin bahwa itu sudah ada hasil lab. Kalau produk kopongan, teksturnya lengket, warnanya pekat. Biasanya klaimnya setinggi langit, putih dalam tiga hari, putih permanen, yang kalau dinalar sebenarnya itu gak masuk akal," ucapnya.
Listya mengatakan, beberapa kali mendapatkan pasien yang mengaku gunakan produk kosmetik eceran. Umumnya, masalah kulit yang dialami seperti jerawat besar-besar hingga meradang juga flek pada kulit yang tidak bisa hilang.
Efek samping itu kebanyakan baru muncul pada dua hingga tahun setelah pemakaian produk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
5 Rekomendasi Sunscreen di Supermarket Menurut Dokter Estetika Kamila Jaidi
-
40 Poster Ramadhan untuk Anak SD Desain Lucu dan Islami, Gratis Download di Sini!
-
Beda Skincare dan Krim Dokter, Mana yang Lebih Ampuh Cegah Penuaan Dini?
-
Ramalan Zodiak Keuangan 13 Februari 2026: 5 Zodiak Ini Bakal Panen Rezeki
-
Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Segera Cek Status Kepesertaan Secara Online
-
Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!
-
Link Daftar Sertifikasi Ahli K3 Umum Gratis dari Kemnaker, Apa Saja Syarat dan Dokumennya?
-
20 Poster Pawai Ramadan 2026 Siap Unduh, Berwarna dan Bikin Semarak
-
Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya!
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Dokter Yessica Tania, Aman dan Lembut di Kulit