Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 05 Mei 2020 | 10:45 WIB
Didi Kempot saat menghibur para sobat ambyar di Panggung Big Bang Festival Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Alfian Winanto]
Para calon penumpang kereta yang tampak memadati loket pembelian tiket di Stasiun Solo Balapan, Selasa (21/7/2015) siang. [Suara.com/Labib Zamani]

Stasiun kereta api di Solo ini rupanya juga menjadi salah satu sumber inspirasi sosok Didi Kempot.

Penggalan lirik lagu tersebut mengisahkan perpisahan sepasang kekasih dengan latar lokasi Stasiun Balapan di Surakarta

"Ning Stasiun Balapan, Kuto Solo Sing Dadi Kenangan, Kowe Karo Aku..."

Terbayang bukan, bagaimana ambyarnya Didi Kempot membawakan lagu ini sambil mengenang kisah dua sejoli yang rupanya tak berjodoh dan harus berakhir?

4. Sewu Kutho

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. (Sumber: Shutterstock)

Didi Kempot tak menjabarkan ribuan kota mana saja yang telah dilaluinya seorang diri untuk menemukan pujaan hatinya.

Namun yang jelas, lirik lagu Sewu Kutho ini tak kalah ambyar dan sanggup membuat para Sad Boys menitikkan air mata.

5. Terminal Tirtonadi

Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2015). [suara.com/Labib Zamani]

Tak hanya pelabuhan dan stasiun, ambyarnya kisah asmara dalam lagu Didi Kempot juga tergambar jelas di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Didi Kempot Kumpulkan Rp 7,6 Miliar Buat Perangi Corona

Lewat lagu Terminal Tirtonadi, Godfather of Broken Heart ini kembali mengenang kisah cintanya dengan sang pujaan hati yang dirindukannya setiap hari.

Selamat jalan, Didi Kempot! Terima kasih sudah menemani masa-masa genting, galau dan patah hati kami serta mewarnai dunia musik Tanah Air.

Load More