Suara.com - Di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terdapat kawasan konservasi seluas 8.000 kilometer persegi bernama Taman Nasional Betung Kerihun.
Taman Nasional Betung Kerihun adalah kawasan lindung di Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh Hilir dan Kecamatan Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memiliki tata letak bentuk yang panjang dan berbatasan dengan Sarawak di Malaysia di utara.
Dikutip dari Pedoman Wisata, hutan di dalam taman nasional ini dikelompokkan menjadi delapan jenis ekosistem.
Yakni Hutan Dipterocarp Pamah, Hutan Aluvial, Hutan Rawa, Hutan Sekunder Tua, Hutan Dipterocarp Bukit, Hutan Kapur, Hutan Sub-Montane dan Hutan Montane yang menempati kawasan konservasi lintas batas pertama di Asia dan memiliki keanekaragaman hayati yang unik.
Hutan Dipterocarpaceae Pamah memiliki pangsa dan keanekaragaman terbesar. Amyxa pluricormis kerabat Pohon gaharu (Aquilaria spp) sebagai endemik Borneo dan suku tunggal, juga pisang Musa lawitiensis dan beberapa jenis temuan baru seperti Neo uvaria, Acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus phillipinensis, Chisocheton caulifloris, Eugenia spicata dan Shorea peltata.
Hutan ini juga memiliki 121 jenis dari total 267 spesies yang tumbuh di Borneo, genus Shorea memiliki lebih dari 30 spesies. Hutan tropis primer di taman nasional memiliki peran penting di dunia fauna.
Terdapat lebih dari 48 spesies mamalia yang tercatat, di antaranya harimau dahan, kijang emas, sambar, kelinci, dan berang-berang yang dinyatakan terancam oleh IUCN tampaknya masih ditemui.
Juga, terdapat lebih dari 7 spesies primata di antaranya orangutan Borneo, Kelempiau, Hout, Seaman, Macaca nemestrina, Macaca fascicularis dan tarsius.
Terdapat juga lebih dari 4.000 spesimen ikan dari 123 stasiun di 35 sungai besar dan kecil ditemukan 112 spesies ikan di 41 genus dan 12 famili, sementara 14 diantaranya merupakan endemik Borneo. Lebih dari 170 spesies serangga telah diidentifikasi.
Baca Juga: Cegah Gorila Langka Tertular Virus Corona, Taman Nasional di Afrika Ditutup
Kelompok ini mencakup 301 spesies burung yang diidentifikasi. Salah satunya adalah Hornbill (Buceros vigil) yang menjadi fauna maskot Kalimantan Barat.
Amfibi dan reptil tercatat ada 1500 spesies yang terdiri dari 51 spesies amfibi, 26 spesies kadal, dua spesies buaya, tiga spesies kura-kura, dan 21 spesies ular. Amfibia yang paling istimewa adalah katak terkecil di dunia, ini adalah Leptobrachella myorbergi yang berukuran satu sentimeter.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Makna Jeruk dalam Perayaan Imlek, Simbol Keberuntungan?
-
Kapan Doa Menyambut Ramadan Dibaca? Ini Bacaan Arab dan Latin, Lengkap dengan Artinya
-
Kapan THR Pensiunan 2026 Cair? Kelola Uang Lebaran dengan Bijaksana
-
7 Cushion Anti Dempul untuk Imlek, Bikin Makeup Flawless Seharian
-
Sudah Pakai Vitamin C tapi Flek Hitam Tak Kunjung Hilang? Ini Saran Dermatolog
-
Apa Itu Tarhib Ramadan? Ini Pengertian dan Alasan Jadi Trending di Google
-
30 Poster Bazar Ramadhan 2026, Gratis dan Mudah Diedit
-
Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah
-
Jakarta Bangun Ekosistem Wisata Terpadu: Satukan Kuliner, Pantai, dan Sejarah
-
5 Manfaat Jahe untuk Kecantikan Kulit: Ampuh Atasi Jerawat hingga Bikin Awet Muda