- Seorang ibu dari Bogor setia mendampingi putranya (15 tahun) menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu di RSCM Jakarta.
- Penyakit ginjal anak terdeteksi pada usia 11 tahun akibat sindrom nefrotik yang berkembang menjadi gagal ginjal.
- BPJS Kesehatan melalui skema PBI sangat membantu meringankan biaya pengobatan intensif anak tersebut selama dua tahun.
Suara.com - Di ruang hemodialisis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, perjuangan seorang ibu asal Bogor, Jawa Barat, terus berlangsung. Siti Hariati (36) setia mendampingi putra semata wayangnya yang kini berusia 15 tahun menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.
Sang anak telah berjuang melawan penyakit ginjal sejak usia 11 tahun, saat masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Awalnya, kondisi kesehatannya tak menimbulkan kecurigaan serius karena sejak kecil ia memang kerap mengalami batuk, pilek, dan demam.
“Dari umur 11 tahun, memang dari kecil dia sudah sakit-sakitan. Kayak batuk, pilek, sama demam. Cuma mungkin enggak terdeteksi dari kecil, jadi berobat-berobat biasa saja,” ujar Siti, dikutip dari ANTARA, Jumat (13/2).
Kondisi berubah ketika anaknya berusia 11 tahun. Wajah dan mata sang anak tampak membengkak dan tubuhnya terlihat pucat. Gejala tersebut menjadi awal terungkapnya gangguan serius pada ginjalnya.
“Ketahuannya pas sudah 11 tahun itu bengkak-bengkak. Matanya bengkak, mukanya beda, kayak pucat,” katanya.
Siti segera membawa putranya ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes urine hingga tes darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar albumin dalam tubuh sang anak kerap menurun sehingga harus menjalani transfusi albumin.
“Diambil urine, terus darahnya juga. Albuminnya sering turun, jadi ditransfusi albumin,” jelasnya.
Dokter kemudian mendiagnosis anaknya mengalami nefrotik sindrom atau kebocoran ginjal. Seiring waktu, kondisi tersebut berkembang menjadi gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani hemodialisis rutin dua kali setiap pekan.
Sudah dua tahun terakhir, Siti bolak-balik Bogor–Jakarta demi memastikan anaknya mendapatkan terapi di RSCM. Dalam sebulan, setidaknya delapan kali prosedur cuci darah dijalani. Jika dihitung selama dua tahun, jumlahnya telah mencapai ratusan kali.
Baca Juga: Tak Boleh Ada Jeda Layanan, Menkes Pastikan Pasien Katastropik Tetap Dilayani
“Di RSCM sudah dua tahun, enggak tahu sudah berapa kali karena memang banyak,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas—suaminya bekerja sebagai tukang bangunan sementara Siti ibu rumah tangga—ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Siti sempat mendengar kabar mengenai penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI, termasuk anaknya. Namun saat kartu BPJS digunakan kembali untuk pengobatan, statusnya tetap aktif sehingga layanan tidak terhambat.
“Iya, sempat tahu kabarnya. Cuma pas saya menggunakan lagi, sudah aktif. Saya juga enggak cek karena kurang mengerti. Tapi waktu dipakai lagi sudah aktif,” tuturnya.
Dalam proses administrasi, ia mengakui pendaftaran secara daring terkadang menjadi kendala tersendiri.
“Kadang-kadang ada kendala, terutama buat pendaftaran online,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026
-
6 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Sebuah Pertanda Buruk?
-
5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan
-
Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji
-
5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji
-
3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam
-
Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan
-
4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan
-
6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan
-
3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak