Suara.com - Dengarkan Musik Sambil Main Tebak-Tebakan? Speaker Pintar Ini Jawabannya
Mendengarkan musik telah menjadi kebutuhan bagi sebagian banyak orang. Bahkan mungkin ada orang yang menjadikan lagu untuk meningkatkan mood lebih baik.
Musik bisa semakin asik didengarkan bersama-sama ketika berkumpul dengan teman atau keluarga. Tapi tentu butuh tambahan pengeras suara agar musik bisa lebih jelas didengar semua orang.
Di tengah berkembangnya teknologi, saat ini bukan hanya ada ponsel pintar tapi juga smart speaker yang diproduksi PT Widya Informasi Nusantara. Perusahaan itu mengklaim telah menciptakan speaker pintar pertama berbahasa Indonesia, Widya Wicara Prima.
Kepala Kantor Operasi PT Widya Informasi Nusantara Patrick Fernando Simamora mengatakan, Widya Wicara Prima bukan hanya sebagai speaker untuk mendengarkan lagu.
Tapi juga bisa sebagai penunjang gaya hidup seperti memberitahu informasi perkiraan cuaca diseluruh Kabupaten/Kota, mendengarkan radio dari semua wilayah Indonesia, hingga diajak untuk bermain tebak-tebakan.
"Widya Prima juga bisa melafalkan ayat suci, mengingatkan waktu solat dan berbuka puasa selama bulan Ramadan ini," kata Patrick dalam peluncuran secara online Widya Wicara Prima, Selasa (12/5/2020).
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Patrick mengatakan produknya bisa memberikan perkembangan informasi terkait virus corona. "Kami kemas dalam pantau corona," katanya.
Dilengkapi dengan memori internal 8 GB, bisa digunakan untuk menyimpan lagu atau pun siaran suara dalam format mp3. Sehingga memungkinkan spiker pintar itu digunakan walaupun tidak terhubung dengan internet.
Baca Juga: Google Nest Mini, Smart Speaker Dibekali Google Assistant
Namun yang disayangkan, speaker itu belum dilengkapi dengan baterai dan harus tetap terhubung dengan listrik untuk bisa digunakan.
"Widya prima tidak dibekali dengan baterai. Mungkin untuk beberapa tahun ke depan kami akan menyediakan baterai untuk memenuhi kebutuhan. Sampai saat ini belum ada smart speaker yang sudah ada baterainya karena konsumsi daya listrik cukup besar," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Marketing PT Widya Informasi Nusantara Handlee Susanto mengakui bahwa Widya Prima hampir mirip dengan produk speaker yang belum lama dikeluarkan Google. Menurutnya, produk itu yang menjadi pesaing dari Widya Prima.
Meski begitu yang membedakan Widya Prima karena konsepnya dengan smart speaker dan menunjang konten dalam negeri.
"Kita berfokus dengan bahasa Indonesia dan konten dalam negeri," katanya dalam kesempatan yang sama.
Speaker pintar itu cukup dioperasikan melalui suara. Patrick menjelaskan bahwa terdapat enam mikrofon sebagai sensitifitas suara dengan jarak maksimal 8 hingga 10 meter. Terdapat dua pilihan warna yang ditawarkan yakni hitam dan putih, speaker pintar itu dibandrol dengan harga Rp 1.499.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?